id
Mei 2024

Month

Pengumuman Audisi Kontingen UI to Pekan Seni Mahasiswa Daerah DKI Jakarta dan Pekan Seni Mahasiswa Nasional Tahun 2024 Komik Strip : Safra Aisyah Sahira - FKG 2021 Pianis : Putu Widyaditha Larasati - Vokasi 2023 Vokal Grup : 1. Deborah Patricia - FKG 2021 2. Michelle Sandrina - FEB 2022 3. Aliyah Faza Qinthara - Fasilkom 2022 4. Nashwa Fitri Hanifa - FT 2023 5. Sharon Blessline Natalie - FMIPA 2023 6. Amelia Febri Utami - FMIPA 2022 7. Marsulinta Adiguna - FMIPA 2022 8. Bintang Danapratapa - FIA 2022 9. Dzu Al Fiqar Muhammad Syafriadi - FIB 2021 10. Abraham Jordy Ollen - Fasilkom 2023 11. Michael Morgen Tarigan - FIA 2022  
Selamat dan sukses atas lolosnya 24 Mahasiswa yang tergabung dalam dua tim pada Program Penguatan Kemahasiswaan (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2024 yang diselenggarakan Kemahasiswaan Dikti Kemendikbud RI. Selamat mengabdi untuk tim @ohscfkmui dan @bemfmipaui . Setiap langkah kalian dalam membangun negeri, semoga bisa memberikan dampak nyata untuk UI dan Indonesia. Mahasiswa UI Mengabdi Dari UI untuk Negeri Subdit Kemitraan dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia #ui #universitasindonesia #pengabdianmasyarakat #ppkormawa2024                            
Depok, 21 Mei 2024. Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Dyra Daniera berhasil meraih juara 1 Duta Bahasa Jawa Barat 2024 dan akan melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional. Penghargaan tersebut diumumkan pada Final Pemilihan Duta Bahasa (Dubas) Jawa Barat (Jabar) 2024, Jumat (16/5) di Savoy Homann Hotel, Bandung, Jawa Barat. Tahun ini, pendaftar Pemilihan Dubas Jabar 2024 berjumlah 315 orang, berasal dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. “Saya merasa sangat bersyukur dapat dipercaya dan bersaing dengan pemudi-pemuda terbaik di Jawa Barat yang masing-masing memiliki segudang bakat dan prestasi tentunya tidak mudah, tetapi saya sangat senang menjalani prosesnya. Rasanya seperti mimpi, dari 315 pendaftar, kemudian dikerucutkan menjadi 100 besar, 40 besar, 18 besar, hingga akhirnya dipercaya sebagai juara 1 Duta Bahasa Jawa Barat 2024,” ujar Dyra. Seleksi Duta Bahasa ini diantaranya membuat esai berbahasa Indonesia dengan tema “Peran Bahasa dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs)”. Setelah itu, dipilih 100 besar untuk mengikuti Seleksi tahap I secara luring di Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Bandung. Seleksi tersebut terdiri atas Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Tes Kemampuan Bahasa Inggris, Menulis Esai Tiga Bahasa (bahasa Indonesia, bahasa asing, bahasa daerah), dan wawancara krida. Dyra berhasil lolos Seleksi Tahap I dan terpilih sebagai 40 Finalis Dubas Jabar 2024. 40 Finalis ini mengikuti serangkaian pembekalan yang diisi oleh para pakar dan ahli dalam bidang bahasa sastra, baik secara luring maupun daring. Materi pembekalan di antaranya, Sejarah dan Kode Etik Duta Bahasa, Pengutamaan Bahasa Indonesia, Revitalisasi Bahasa dan Budaya di Jawa Barat, Internasionalisasi Bahasa Indonesia, Penjenamaan Diri, Teknik Wicara Publik, Penulisan Karya Tulis Ilmiah, dan Literasi Lingkungan. Pada sesi Unjuk Bakat, Dyra menampilkan pembacaan puisi berjudul “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” karya Taufiq Ismail. “Puisi yang ditulis pada 1966 tersebut saya pilih karena masih relevan hingga saat ini dalam membangkitkan rasa patriotisme,” kata Dyra. Puisi tersebut juga menampilkan rasa prihatin atas berbagai masalah yang terjadi di Indonesia, khususnya masalah ketimpangan sosial dan masalah lingkungan. Hal ini sesuai dengan tema Pemilihan tahun ini yaitu Peran Bahasa dalam TPB/SDGs. Dyra juga mengikuti tahapan psikotes, uji wicara publik (public speaking), Focus Group Discussion (FGD), Wawancara Kepribadian, dan membuat suatu Karya Tulis Ilmiah untuk menampilkan krida atau program inovasi. Selanjutnya, sesi Final 1 dan 2 yang berisi presentasi krida dan tanya jawab. Kemudian, dikerucutkan menjadi 18 besar untuk mengikuti Sesi Final 2 yang berisi penyampaian. wicara pamungkas dan tanya jawab di hadapan publik hingga tahap akhir terpilih 12 besar yang terdiri atas 6 putra dan 6 putri. Krida atau ide program inovasi yang diangkat Dyra pada pemilihan Dubas Jabar 2024 adalah “Sayembara Internasional Penerjemahan Sastra Nusantara”. Tujuannya adalah menerjemahkan karya terbaik sastra Indonesia ke dalam bahasa asing, khususnya bahasa Inggris agar lebih dikenal secara internasional. Di tingkat Jawa Barat, sayembara ini bisa berupa menerjemahkan legenda, cerita rakyat, dan mitologi Jawa Barat, seperti Sangkuriang dan Legenda Situ Bagendit ke dalam bahasa Inggris. Hasil pemenang sayembara dapat dihimpun menjadi sebuah antologi buku dan dijual sebagai cendera mata di destinasi wisata unggulan di Jawa Barat dengan jumlah wisatawan asing yang tinggi. “Semoga pemilihan Duta Bahasa Nasional bukan hanya sekadar ajang kompetisi dengan Duta Bahasa dari berbagai provinsi lainnya, tapi juga menjadi ajang untuk saling bertumbuh, berproses, bekerja sama, dan bertukar pikiran. Saya percaya akan kekuatan generasi muda, lewat daya juang dan kreativitasnya, untuk memajukan peran bahasa dan sastra Indonesia. Saya berharap, sebagai Duta Bahasa dapat menjadi ikon generasi muda peduli bahasa karena bahasa sangat penting sebagai jati diri dan fondasi utama kemajuan bangsa.” ujar Dyra.
  Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Peminatan Keperawatan Medikal Bedah (KMB) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang berhasil meraih juara dalam lomba poster pada acara Sardjito Learning Forum (SLF) 2024. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta ini mengusung tema “Transformasi Pelayanan Kesehatan yang Bermartabat di Era Precision Medicine” dengan tujuan memperkenalkan inovasi-inovasi terbaru dalam pelayanan kesehatan. SLF 2024, yang dilaksanakan secara online pada Rabu, 8 Mei 2024, mengadakan lomba poster dengan empat kategori utama: penelitian atau inovasi medis, keperawatan, tenaga kesehatan lain, dan manajemen. Mahasiswa KMB FIK UI memenangkan kategori inovasi keperawatan dengan poster berjudul “Prototype Electronic Critical-care Pain Observation Tool (e-CPOT)”. Tim yang terdiri dari Ns. Nita Aprilia, S.Kep., Ns. Heru Nurinto, S.Kep., Ns. Ngakan Nyoman Rai Bawa, S.Kep., Ns. Maria Devi Novarita, S.Kep., Ns. Muhammad Fikri Indra, S.Kep., Ns. Tutut Riana Hapsari, S.Kep., dan Ns. Josua Edison, S.Kep., ini berhasil menciptakan prototipe alat pengkajian nyeri pasien kritis yang mudah, cepat, dan komprehensif. Prototipe e-CPOT ini memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kritis. Alat ini dirancang untuk membantu perawat dalam memahami dan menerapkan penilaian nyeri pada pasien kritis dengan lebih mudah dan efisien. Beberapa fitur unggulan dari prototipe ini meliputi:
  • Edukasi tentang CPOT: Dilengkapi dengan video tutorial yang mudah dipahami, sehingga memudahkan para perawat dalam mempelajari metode pengkajian ini.
  • Kuis Pengkajian CPOT: Terdapat kuis dengan studi kasus dan video untuk latihan praktis, membantu perawat dalam mengasah keterampilan mereka.
  • Kalkulator CPOT: Fitur ini mampu menghitung skor CPOT dengan cepat dan memberikan hasil secara otomatis beserta rekomendasi intervensi yang tepat.
Ketua tim, Ns. Nita Aprilia, S.Kep., mengungkapkan kebahagiaannya atas kemenangan ini. “Saya senang bisa menjadi bagian dari barisan teman-teman perawat yang inovatif dan berperan aktif dalam pengembangan pelayanan keperawatan,” ujarnya. Sementara itu, Ns. Ngakan Nyoman Rai Bawa, S.Kep., juga menyatakan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur, e-CPOT menjadi pemenang lomba poster kategori inovasi keperawatan karena banyak poster lain yang tidak kalah inovatif. Semoga kegiatan ini terus diadakan dan kedepannya menjadi pemicu semangat kepada tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam mengembangkan ide inovatif lainnya,” jelasnya. Tidak ketinggalan, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N., turut memberikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian ini. Dalam kutipannya, beliau menyatakan, “Prestasi yang diraih oleh mahasiswa kami adalah bukti nyata dari dedikasi dan kreativitas mereka dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia keperawatan. Kami bangga dan akan terus mendukung mereka untuk menciptakan terobosan-terobosan baru.” Lebih lanjut, Ns. Heru Nurinto, S.Kep., berharap bahwa prototipe ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung para perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai nyeri pada pasien kritis. “Harapannya semoga setelah lomba poster ini, prototipe e-CPOT dilanjutkan proses pengembangannya menjadi sebuah aplikasi yang tepat guna untuk mendukung pengkajian nyeri pasien kritis yang dilakukan oleh perawat, dokter, maupun tenaga kesehatan lain,” tambahnya. Tim Mahasiswa KMB FIK UI berharap bahwa pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mereka tetapi juga dapat memotivasi rekan-rekan sejawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien. Acara Sardjito Learning Forum (SLF) sendiri telah menjadi wadah yang sangat penting bagi para profesional kesehatan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi. Tahun ini, SLF kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang bermartabat dan berorientasi pada teknologi. Dengan tema yang diangkat, SLF 2024 memberikan ruang bagi para inovator muda untuk menunjukkan karya-karya terbaik mereka yang diharapkan dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di masa mendatang. Selamat kepada Mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan Peminatan KMB FIK UI atas prestasi yang membanggakan ini. Selamat juga kepada Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia yang terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan inovasi di bidang keperawatan.
Depok, 23 Mei 2024 – Berita membanggakan kembali datang dari ILDS FH UI. Mereka berhasil meraih Juara 1 dan Best Speaker pada Kompetisi Debat Konstitusi Nasional Civic Law Scientific Fair Piala Bergilir Rektor Universitas Pendidikan Ganesha 2024 “Konstitusi dalam Melindungi HAM di Era Kontemporer” yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, 24 April s.d. 23 Mei 2024. Tim Delegasi FHUI pada kompetisi tersebut Nabilla Wasila Rahmi (2022) sekaligus peraih Best Speaker, Caroline Gabriella Pakpahan (2022) dan Diva Artha Feodora Togatorop (2023) dengan pelatih Sandy Yudha Pratama H. (2021) dan Pembina Dosen Hukum Tata Negara FHUI Titi Anggraini, S.H., M.H.

Mahasiswa FTUI kembali harumkan nama fakultas dan universitas dengan meraih dua juara sekaligus dalam perlombaan nasional bertajuk Competition of Industrial Engineering (CONSTRAIN) 2024. CONSTRAIN merupakan kompetisi ilmiah yang menguji kemampuan peserta dalam menyelesaikan masalah bisnis dengan mempertimbangkan perspektif ilmiah teknik industri. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin. CONSTRAIN berdurasi selama dua bulan, yakni sejak Desember 2023 hingga Februari  2024 di Makassar. Dari sekitar 60 peserta, terdapat dua tim dari FTUI yang mengikuti kompetisi ini, yaitu tim Pomona yang beranggotakan Kyan Widjaja, Siti Istiqomah Banurea, dan Yolanda Katrina Sihaloho serta tim CEES yang beranggotakan Fathan Raja Isyrafi, Rainier Murad, dan Revandya Akmal Khairan. Keenam mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Teknik Industri angkatan 2022. Tim Pomona berhasil meraih juara I dengan inovasinya yang berjudul Pemanfaatan Inovasi Hijau: Implementasi BioGondok untuk Solusi TSR dan Emisi GHG. BioGondok merupakan inovasi bahan bakar alternatif yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan batu bara dan meminimalisasi limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual. “Melalui solusi BioGondok, PT Semen Tonasa berhasil mereduksi emisi karbon sebesar 29% pada tahun 2060, meningkatkan TSR sebesar 24%, dan meningkatkan kultural zero carbon branding untuk industri semen,” ujar Kyan. Sementara itu, tim CEES yang berhasil mendapatkan posisi kedua membuat gagasan berjudul Dari Sawit ke Energi Hijau: Pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai Alternative Fuel Resource (AFR) di PT Semen Tonasa. Sejalan dengan tujuan keberlanjutan dan efisiensi energi, gagasan ini memberikan analisis komprehensif terhadap strategi PT Semen Tonasa dalam mengintegrasikan bahan bakar alternatif palm oil mill effluent (POME) untuk meningkatkan Thermal Substitution Rate (TSR) menjadi 24%.
“Dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit yang berlimpah di Sulawesi Selatan, PT Semen Tonasa dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mengoptimalkan proses produksi, dan meminimalisasi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan profitabilitas,” jelas Fathan. Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU., memberikan apresiasinya, “Saya mengucapkan selamat kepada Kyan Widjaja, Siti Istiqomah Banurea, dan Yolanda Katrina Sihaloho yang berhasil meraih juara pertama serta Fathan Raja Isyrafi, Rainier Murad, dan Revandya Akmal Khairan yang berhasil meraih juara kedua di CONSTRAIN 2024. Tentunya prestasi ini menjadi suatu kebanggaan bagi FTUI. Semoga apa yang dilakukan Fathan dkk. dapat menginspirasi mahasiswa lainnya dan masyarakat luas untuk terus berinovasi.”      

Welcome to 2024 Taiwan Semiconductor Job and Study Fair @fakultasteknik.ui ! Students from Electrical and Electronics, computer engineering, Information, Physics, Material Science, Mechanical engineering, Chemical Engineering and etc, come to the campus recruiting event and meet the companies and universities from Taiwan! ▪Event Date: 30 May 2024 ▪Event Time: 13:00 WIB (entry at 12:30 WIB)...
Read More

Depok-Vaize Team yang terdiri dari tiga mahasiswa Universitas Indonesia–M. Aqil Drajat Ramadhan dan Zahra Tedjowongso (Program Studi Bisnis Kreatif, Program Pendidikan Vokasi), serta Erfina Arthur (Teknik Biomedik, Fakultas Teknik)–ikut ambil peran dalam pesatnya kemajuan teknologi saat ini. Mereka berhasil menciptakan inovasi teknologi pewarnaan rambut personal dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Berkat karya inovasi yang diberi nama “L’Oréal Professionnel DyeVerse”, Aqil dan tim dinobatkan sebagai Favorite Team Indonesia 2024 pada ajang L’Oréal Brandstorm 2024, yang berlangsung pada 27 Maret lalu. Vaize Team lolos menjadi Top 10 National Finalis untuk diseleksi kembali oleh L’Oréal Indonesia Headquarters pada final pitching bersama President Director dan C-Level L’Oréal Indonesia di hari yang sama sebelum pengumuman pemenang. L’Oréal Brandstorm adalah kompetisi inovasi global untuk generasi muda dari L’Oréal Groupe yang telah berjalan sejak 1992 secara global dan 2009 di Indonesia. (Foto: Aqil dan tim saat mempresentasikan produk inovasi mereka) Karya inovasi dari ketiga mahasiswa tersebut menawarkan beberapa hal. Pertama, pewarna dengan tiga sensor terintegrasi. Sensor tersebut mengumpulkan informasi ilmiah mengenai trichology (ilmu tentang kesehatan kulit kepala dan rambut). Kedua, formulasi AI berupa informasi yang didapatkan dari sensor, lalu dianalisis menggunakan kecerdasan buatan pada perangkat kedua yang disebut “Verse”. Terakhir, formulasi personal dengan AI yang dapat memberikan formula yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan rambut konsumen. Inovasi ini terdiri atas empat komponen utama, yakni Perangkat Dye (robot untuk memproduksi warna); Perangkat Verse (alat analisis AI); Salon Cycle (proses pembersihan limbah rambut yang terintegrasi); dan Aplikasi DyeVerse (yang akan menyempurnakan pengalaman salon secara online dan offline). “Sebagai beauty and lifestyle enthusiast, saya sangat senang memahami product knowledge dan mengikuti inovasi dari brand yang ada di L’Oréal Groupe. Saya juga sangat bersemangat dalam berproses breaking boundaries untuk Hair Professional Industry melalui inovasi yang saya dan tim berikan,” kata Aqil. Kompetisi yang diselenggarakan pada Januari hingga Maret 2024 tersebut diikuti Aqil dan tim guna mengembangkan diri, meraih peluang baru, serta berkontribusi untuk hair professional industry di masa depan yang lebih baik. Aqil menambahkan, “Kemenangan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda yang ingin berkarya di industri kreatif agar berani bermimpi dan mengejar passion mereka dengan kerja keras, tekad, dan kreativitas, agar semua orang bisa mewujudkan mimpi mereka.” (Foto: Vaize Team saat menerima penghargaan sebagai Favorite Team) Inovasi DyeVerse ini memadukan teknologi kecerdasan buatan dan biocensors. Pada bagian kecerdasan buatan, melalui deep learning, machine vision, automation, dan robotics, mahasiswa Bisnis Kreatif mempelajarinya melalui mata kuliah Kecerdasan Buatan. Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, mengatakan bahwa kurikulum yang diciptakan Vokasi UI sudah mengadaptasi perkembangan teknologi, salah satunya adalah kecerdasan buatan agar sesuai dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan. Menurutnya, pengaplikasian pembelajaran di kelas dapat dilakukan melalui partisipasi pada kompetisi yang dilakukan Aqil dan tim. “Melalui kolaborasi antarfakultas seperti ini, saya berharap agar mahasiswa Universitas Indonesia dapat terus menciptakan berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tak hanya itu, melalui prestasi yang diraih Vaize Team membuktikan bahwa mahasiswa UI merupakan insan berkualitas yang siap membangun Indonesia di masa depan,” ujar Padang.
Dua Mahasiswa Departemen Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI), I Gusti Agung Sawitri Shintya Dewi dan Dendang Belantara, berhasil dinobatkan sebagai Juara 1 pada Architecture Student Contest – Saint Gobain 2024 tingkat nasional. Membawa gagasan hunian hemat energi berjudul “CENTERED”, tim FTUI berhasil mengungguli 5 tim finalis lainnya yang diumumkan oleh Saint-Gobain Indonesia pada tanggal 29 April 2024. Tim FTUI akan mewakili Indonesia dalam babak internasional yang akan berlangsung di Helsinki, Finlandia, pada bulan Juni mendatang. Mereka akan bersaing dengan perwakilan dari 30 negara lainnya untuk memperebutkan gelar juara internasional. “CENTERED merupakan bangunan yang kami rancang dengan mengintegrasikan data mobilitas, analisis arah angin, dan pencahayaan matahari di lokasi proyek. Dengan mengintegrasikan masa lalu, sekarang, dan masa depan pembangunan, proyek ini memiliki potensi untuk memperkenalkan area komunal yang dapat meningkatkan aktivitas sosial sekaligus mengakomodasi minat peneliti, mahasiswa, serta keluarga mereka yang tinggal di bangunan CENTERED,” kata Shintya. Lebih lanjut, Dendang menyoroti bangunan CENTERED yang dirancang berdasarkan kawasan kota hijau Helsinki, Finlandia, dengan memanfaatkan Hukum Bernoulli. “Pada kompetisi ini, kami berusaha menantang diri kami untuk melihat potensi baru yang menghasilkan energi terbarukan dari konteks yang ada di Helsinki, dengan menyesuaikan selubung bangunan, material serta orientasi, sehingga mampu mengurangi beban energi listrik yg dibutuhkan bangunan,” ujarnya. Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., menyampaikan apresiasinya terhadap perolehan ini, “Tim FTUI kembali melaju pada kompetisi internasional mewakili Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa FTUI mampu memberikan dampak yang unggul di tingkat global. Pencapaian ini juga mencerminkan komitmen FTUI dalam mendukung mendukung dan mendorong partisipasi mahasiswa dalam kompetisi nasional dan internasional sebagai bagian dari pengalaman belajar yang holistik di lingkungan kampus.” Proses seleksi nasional berlangsung dari bulan September 2023 hingga April 2024, tim FTUI berada di bawah bimbingan empat orang dosen FTUI, yaitu Dr.-Ing. Ir. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc., GP, IPU. dan Dr. Miktha Farid Alkadri, S.Ars., M.Ars., dari Departemen Arsitektur; serta Dr.-Eng. Arnas, S.T., M.T., dan Ardiyansyah, S.T., M.Eng., Ph.D. dari Departemen Teknik Mesin. “Kompetisi ini merupakan kesempatan besar bagi mahasiswa FTUI untuk mendapatkan pengalaman profesional sekaligus menemukan pentingnya keberlanjutan dalam konstruksi modern. Kekhususan kompetisi ini dibanding kompetisi desain arsitektur lainnya terletak di penekanan Life-Cycle Asessment (LCA)-nya. Mahasiswa wajib menyertakan analisis LCA, sehingga mahasiswa ditantang untuk dapat merancang proyek yang mampu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penghuni gedung sekaligus mengurangi dampak lingkungan, penggunaan karbon, energi, dan sumber daya,” ujar Dr. Ova. Architecture Student Contest merupakan kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Saint- Gobain Group, yang merupakan perusahaan bahan bangunan terbesar di dunia dan salah satu dari 100 grup industri terbesar di dunia. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2004 oleh Saint-Gobain Isover di Serbia, kompetisi ini telah menjadi acara internasional sejak tahun 2005. Pada tahun ini, Architecture Student Contest diadakan untuk yang ke 19 kalinya, diikuti oleh 1.300 mahasiswa dari 167 universitas di 30 negara. Kompetisi ini memiliki 2 tahap, yakni tahap Nasional dan tahap Internasional. Tim pemenang pada tahap Nasional akan bersaing satu sama lain di tahap Internasional, di mana peserta akan mempresentasikan kembali rancangannya dan mendapatkan umpan balik secara langsung dari juri yang terdiri dari arsitek terkenal, perwakilan mitra lokal, dan pakar Saint-Gobain. Kriteria penilaian kompetisi mencakup aspek desain arsitektur, keberlanjutan konstruksi, dan fokus pada renovasi dan konstruksi baru. Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk mengembangkan proyek berbasis keberlanjutan, baik bagi manusia maupun planet bumi. Proyek tersebut harus memiliki nilai yang hemat energi, rendah karbon, dan menyediakan lingkungan yang nyaman bagi penghuninya, guna menciptakan ruang hidup, kerja, dan rekreasi yang lebih baik. Penghargaan Architecture Student Contest 2024 akan diberikan untuk Juara 1, 2, dan 3, serta Penghargaan Khusus dan Penghargaan Mahasiswa dengan total hadiah €11.500.
Selamat dan terima kasih kepada tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UI sukses mendapatkan; 1 Emas 3 Silver 1 Bronze Dalam Kejuaraan Taekwondo Panglima Kostrad Tahun 2024 Tanggal 9 - 12 Mei 2024.  
1 2