id
Admin Kemahasiswaan

By

Selamat kepada kontingen Taekwondo UI @taekwondo.ui Atas perolehan medali pada kejuaraan tingkat nasional Ganesha Taekwondo Competition 2024 Medali Emas 🥇
  1. Galih Gusman (FIB, Sastra Rusia 2022)
  2. Cho Yonggi (FIB, Filsafat 2022)
  3. Mohammad Zidni Ilman (FIB, Filsafat 2022)
Medali Perak 🥈
  1. I Putu Surya Putra Atmaja (Vokasi, Terapi Okupasi 2022)
  2. Ratu Aura Shafira (FISIP, Kriminologi 2023)
  3. Adinda Swara Nabila (FKM, Gizi 2023)
  4. Annisa Nadya Radhwa (FMIPA, Kimia 2023)
  5. Sachiko Khazbiika Ismail (FIB, Sastra Rusia 2023)
  6. Alfi Amira Jasmine (FIB, Ilmu Sejarah 2023)
  7. Rizqika Nurrahma Faira (CCIT FTUI 2023)
Medali Perunggu 🥉
  1. Akmalia Putri (FT, Teknik Lingkungan 2021)
  2. Aisyah Najma Agrina (FT, Teknik Lingkungan 2022)
  3. Sarah Violetta Lasmi Damhuri (FT, Teknik Lingkungan 2023)
Kontingen Pomsae Individu Putri Ainur Melly (FIB, Sastra Inggris 2023) 29-30 Juni 2023, Indoor Stadium Kelapa Dua, Tanggerang #TaekwondoUI #KickWithUs  
Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari Panasonic untuk mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Fakultas Teknik Universitas Indonesia.  
📚 Persyaratan S1:
  • Warga Negara Indonesia
  • Mahasiswa S1 atau D4, semester ≥ 6
  • Mahasiswa D3, semester ≥ 4
  • IPK rata-rata semester 1-5/6 ≥ 3.5
  • Aktif berorganisasi
  • Tidak menerima beasiswa lain
💸 Benefit: Biaya pendidikan sebesar 21.000.000 (1 Tahun)  
📚 Persyaratan S2:
  • Warga Negara Indonesia
  • Mahasiswa S2, semester ≥ 1
  • Lulus Strata-1, IPK ≥ 3.25
  • Aktif berorganisasi
  • Tidak menerima beasiswa lain
💸 Benefit: Biaya pendidikan sebesar 32.000.000 (1 Tahun)
  • 📅 Batas Akhir Pendaftaran: 11 Juli 2024
  • 📲 Daftar sekarang di: beasiswa.ui.ac.id
         
Hai Mahasiswa UI! Saat ini sedang dibuka program beasiswa BSI Scholarship Unggulan untuk seluruh mahasiswa baru 2024. Kamu bisa daftar mulai sekarang sampai 23 Juli 2024. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman linktr.ee/BSI_Scholarship Jangan sampai terlewat kesempatan bagus ini dan segera daftarkan dirimu sekarang! Semangat terus kuliahnya!      
Lima mahasiswa Teknik Lingkungan FTUI 2020 kembali menunjukkan prestasi gemilang dengan penelitian inovatif mereka. Kelima mahasiswa tersebut adalah Muhammad Kafka Alghifari, Aldrin Irsyarasyid, Mohammad Ghaffariy Al-Fairadj, Soebowo Adjinegoro, dan Shafira Anjani Putri. Melalui riset berjudul “The Removal of Heavy Metals in Wastewater Using Combinations of Recycled Materials: The Utilization of Banana Peel and Fly Ash – Bottom Ash (FABA) as Adsorbents to Address Acid Mine Drainage Pollution,” mereka berhasil meraih First Place Gold Medalist pada World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC). Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan kulit pisang dan fly ash sebagai bahan penyerap untuk mengatasi polusi drainase tambang. Menurut Shafira Anjani Putri, proyek ini berawal dari beberapa skripsi yang membahas tentang adsorben. “Beberapa teman kami menemukan potensi adsorpsi dari material yang biasanya dianggap tidak berguna, seperti kulit pisang kepok serta fly ash dan bottom ash,” ujar Shafira menjelaskan latar belakang penelitian dibawah bimbingan dosen Departemen Teknik Sipil, Dr.-Ing. Sucipta Laksono S.T. M.T. Tim ini menciptakan reaktor adsorben yang bekerja mirip dengan unit filtrasi pada boiler atau PDAM, tetapi menggunakan bubuk kulit pisang kepok dan abu terbang sebagai material filter. Hasilnya, tim menghasilkan inovasi sebagai solusi yang lebih murah dalam proses fabrikasi material, lebih efektif, memiliki kemampuan menghilangkan logam berat hingga 94,7% dan usia pakai yang panjang (90 hari untuk timbal dan 1 minggu untuk besi dan kadmium). Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU., memberikan apresiasinya, “Dampak dan manfaat dari penelitian ini sangat signifikan bagi masyarakat Indonesia. Dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang yang murah dan mudah didapat, solusi ini dapat membantu mengurangi polusi air akibat aktivitas tambang, yang seringkali mencemari sumber air bersih dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Selain itu, inovasi ini berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai guna.” WSEEC adalah kompetisi yang bergerak di bidang riset dan metodologi riset. Permasalahan yang diangkat pada lomba ini adalah terkait Industri 4.0. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila. Acara ini digelar di Universitas Pancasila pada 10—16 April 2024.  Terdapat 310 peserta yang mengikuti WSEEC, di antaranya berasal dari Indonesia, Vietnam, Australia, Hungaria,  dan Amerika Serikat.
Masyarakat di era pesatnya perkembangan teknologi digital mulai membatasi ruang gerak pada hal-hal yang berkaitan dengan alam. Mereka mendapatkan berbagai informasi melalui gawai dan dikendalikan informasi yang diterima di sekitar mereka. Derasnya arus informasi yang diterima generasi di era digital terkadang memberikan tekanan pada kehidupan. Bila kita merujuk pada kehidupan masa lalu masyarakat mendapatkan informasi dari alam sekitar, mereka mengetahui arah bukan melalui format GPS melainkan melalui pengetahuan mengenai perbintangan. Mereka juga mendapatkan informasi terkait perubahan musim melalui pengalaman sehari-hari ataupun ilmu alam dan lingkungan yang diturunkan dari para leluhur, yang dikenal sebagai kearifan lokal. Masyarakat di Jawa mengenal ‘Petungan’ sistem perhitungan hari Jawa yang menjadi dasar bagi pengamatan dan tindakan masyarakat Jawa terhadap lingkungan sekitar. Melalui Petungan dapat diketahui, kapan perubahan musim terjadi, dan kapan waktu purnama, dan musim tanam, musim kemarau dan musim hujan. Terkait tradisi Purnama masyarakat Jawa di masa lalu melakukan berbagai aktivitas bersama di luar rumah di malam hari saat purnama tiba. Di pedesaan masyarakat berkumpul di luar rumah dan menyelenggarakan berbagai aktivitas; anak-anak melakukan permainan berkelompok, orang tua berkumpul menghabiskan waktu bersama membahas berbagai hal, mereka juga menembang ataupun membacakan manuskrip, selain itu menjelang tengah malam juga dilakukan ‘manekung’ yaitu duduk diam, memusatkan pikiran untuk memperoleh semangat baru untuk hari-hari selanjutnya. Berkaitan dengan fenomena Purnama Strawberry pada 20 Juni 2024, Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Universitas Indonesia (PPKB FIB UI) bekerjasama dengan BRIN (ethnoastronomy) dan astronomy ITB menggelar kegiatan Festival Purnama Strawberry. Selama dua hari kegiatan dipusatkan di wilayah Desa wisata sekitar Borobudur dan di lingkungan candi Borobudur. Tujuan dari kegiatan ini adalah merupakan bentuk kolaborasi antar institusi yang bertujuan menyampaikan informasi kepada masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi purnama, karena melalui tradisi purnama banyak hal yang dapat digali; yaitu pola gotong royong, kearifan lokal Jawa serta literasi melalui tembang-tembang Jawa. Selain itu pengalaman menikmati indahnya purnama juga dilakukan melalui asah batin ‘Manekung’ yang memberikan kontribusi pada keseimbangan mental dan fisik. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh PPKB FIB UI pada 20-22 Juni 2024 di Desa Karangrejo, Magelang, meliputi; Workshop Tradisi Purnama dan Petungan Jawa, Workshop Dolanan Anak, Workshop Meditasi Purnama, dengan fasilitator Dr. Turita Indah Setyani, Dr. Lily Tjahjandari dan Dr Sri Ratna Saktimulya (Kepala Studi Kebudayaan UGM) Selain itu PPKB FIB UI juga melakukan pelatihan di bidang media bagi generasi muda melalui “Pelatihan Bikin Film” dan “Pelatihan Content Digital” dengan Fasilitator Yusuf Raharjo (Praktisi Media). Para peserta kegiatan ini juga akan dapat memantau keindahan purnama strawberry melalui teleskop dan mendapatkan informasi terkait fenomena astronomy oleh para pakar astronomy dari Institut Teknologi Bandung. “Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mendapat pengalaman dan pengetahuan terkait tradisi purnama yang merupakan kearifan lokal yang selayaknya dilestarikan”, demikian pandangan Dr.phil. Lily Tjahjandari M.Hum Kepala PPKB FIBUI. Mewakili Dekan FIB UI, Dr. Herdito Sandi Pratama selaku Manajer Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat FIB UI menyampaikan pentingnya penguatan identitas; “Apabila kita mengenal tradisi serta kearifan lokal yang ada maka hal tersebut akan menguatkan jati diri bangsa”.
Selamat untuk, Ryan Rafi Adiputro @ryan.adiputro Teknik Metalurgi, 2021 Meraih Medali dalam Cabang Panahan 2 Medali Emas 1 Medali Perunggu 21th Asean University Games 2024, Malang #prestasiUI #UIhebat  
Perawakan pendek atau telah menjadi isu global yang signifikan. Kondisi ini didefinisikan sebagai suatu tinggi badan di bawah persentil 3 kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin dilakukan melalui pengukuran panjang/tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Pertumbuhan yang tidak normal sering kali disebabkan oleh kondisi medis atau sosial yang mendasari dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Anak dengan perawakan pendek menghadapi berbagai tantangan saat dewasa, seperti kesulitan mengendarai kendaraan dan kemungkinan kurangnya kesempatan kerja. Stigma “taller is better” dapat memengaruhi perkembangan psikososial anak perawakan pendek dan keluarganya, baik di Indonesia maupun di negara lain. Berangkat dari hal tersebut, Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) – Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melakukan kegiatan edukasi yang bertajuk “Optimalisasi Kualitas Hidup Pada Anak Pendek” di SDN Depok 01 pada tanggal 22 Juni 2024. Program pengabdian masyarakat (pengmas) ini merupakan hasil kerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Pancoran Mas dimana lokasi SDN 01 Depok berada dalam wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Kecamatan Pancoran Mas. Ketua Pengmas FKUI Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) menjelaskan pentingnya meningkatkan kesadaran para guru di sekolah tentang pentingnya pemantauan pertumbuhan, khususnya tinggi badan anak, agar masalah psikososial yang mungkin timbul dapat dideteksi dan diintervensi lebih dini. “Diharapkan anak dengan perawakan pendek tetap memiliki kualitas hidup baik, dapat beraktivitas baik, kreatif, tidak memiliki masalah emosi, sosial. Kami juga memberikan edukasi pada guru di sekolah bagaimana cara mengukur tinggi badan anak dengan benar sehingga sekolah dapat mengetahui status kesehatan anak didiknya,” ujar Prof. Rini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman berbasis ilmu pengetahuan dengan bukti ilmiah agar masyarakat semakin sadar akan risiko yang dapat dihadapi anak dengan perawakan pendek. Apabila lingkungan yang tidak inklusif, terutama di sekolah, dapat memperburuk masalah psikososial anak perawakan pendek, meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, dan menurunkan kualitas hidup mereka di masa depan. Kegiatan pengmas terdiri dari tiga sesi, sesi pertama berupa penyuluhan yang membahas masalah kesehatan anak perawakan pendek dari sisi medis, dengan narasumber dr. Huminsa Ranto Morison Panjaitan, SpA.  Pada sesi kedua, dilakukan pengukuran antropometri untuk mengetahui status antropometri dan prevalensi perawakan pendek siswa dan siswi di SDN 01 Depok oleh dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak, dan mahasiswa FKUI. Sementara itu, pada sesi ketiga dilanjutkan dengan deteksi dini masalah psikososial siswa-siswi SDN 01 Depok melalui pengisian formulir kuesioner PedsQL yang dipandu oleh dokter PPDS IKA dan mahasiswa FKUI. Peserta diajak mengisi formulir yang berisi pertanyaan tentang perilaku yang berisiko menjadi masalah psikososial. Hasil sesi ini diharapkan memberikan gambaran masalah psikososial yang terjadi di SDN 01 Depok dan korelasinya dengan status antropometri masing-masing anak. Kegiatan ini juga didukung oleh PT. Frisian Flag Indonesia, PT. Kalbe Morinaga, dan PT. Soho. Di akhir kegiatan dilakukan pembagian bingkisan berupa susu, suplemen kesehatan, dan roti kepada para murid. Kepala Sekolah SDN 01 Depok Arwin Rangkuti, S.Pd., M.M. menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini. “Kami merasa sangat antusias, baru kali ini SDN 01 Depok mendapat kehadiran dari tim kesehatan, terutama dari FKUI, untuk program pengabdian masyarakat. Kami sangat berterima kasih kepada FKUI atas kehormatan yang diberikan kepada sekolah kami. Kami berharap hasilnya dapat segera kami ketahui dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak kami.”
Delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia melalui @podiumfhui meraih Juara Umum pada Islamic Law Fair XIII Universitas Diponegoro Piala Prof. Abdullah Kelib, S.H. Kegiatan ini dilangsungkan pada tanggal 7-9 Juni 2024 dan memperebutkan tiga cabang lomba, yaitu Legal Opinion, Kompetisi Perancangan Undang-Undang, dan Karya Tulis Ilmiah. Adapun, Delegasi FH UI memenangkan: – Juara 1 Kompetisi Perancangan Undang-Undang oleh Thariq Qudsi (2022), Rofy Candra (2021), Natania Eliza (2021), Felicia Nakita (2022), dan Annisha Rahmadilla (2022) dengan bimbingan Bang Efraim Jordi Kastanya dan Mba Fitriani Ahlan. – Berkas Terbaik dan Juara 2 Kompetisi Legal Opinion oleh Olivia Magdalena (2021), Alifia Indah (2021), dan Lily Berliana (2021). Selain itu, pada penyerahan piala kepada Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada Jumat, 28 Juni 2024, diserahkan pula penghargaan Business Law Competition, dimana delegasi Podium FH UI mendapatkan penghargaan Best Contract dan Juara 3 Contract Drafting Competition serta Juara 2 lomba Legal Opinion. (humas/aniapr)
Empat Mahasiswa Universitas Indonesia (UI): Safry Sitorus, mahasiswa Fakultas Teknik (FT), Adnan Hasyim Wibowo, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bersama Wildan Bagus Maulana dan Farrel Mukti Attallah, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB); dan Rafi Aurelian, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi “AAPG Sustainable Development in Energy Competition 2024” yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists (AAPG) di Houston, Texas, Amerika Serikat (17/6). Mereka tergabung dalam Tim MAKARA dari Universitas Indonesia (UI) yang menampilkan inovasi serta solusi kreatif dalam bidang energi terbarukan dan berhasil mengungguli tim lainnya yang berasal dari Hungaria dan India. Proyek Tim MAKARA yang berjudul “Canopi: Enhancing Solar Energy Efficiency and Coffee Yield via Dual-Axis Agrivoltaic Integration with Shade-Grown Cultivation”, menarik perhatian dewan juri dengan pendekatannya yang inovatif dalam meningkatkan efisiensi energi surya, dan hasil panen kopi melalui integrasi agrivoltaik dua sumbu dengan budidaya kopi. Proyek Canopi yang diajukan oleh Tim MAKARA merupakan sebuah proyek bisnis eko-sosial yang menggabungkan teknologi energi terbarukan dengan praktik pertanian berkelanjutan. Dalam proyek ini, mereka menggunakan panel surya yang dapat bergerak mengikuti posisi matahari (dual-axis) untuk memaksimalkan penyerapan energi. Panel surya ini dipasang di atas lahan pertanian kopi yang menggunakan metode budidaya di bawah naungan (shade-grown cultivation). Metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penyerapan energi surya, tetapi juga memberikan manfaat bagi tanaman kopi yang tumbuh di bawahnya. Tanaman kopi yang dibudidayakan dengan metode budidaya di bawah naungan tersebut cenderung memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih tahan terhadap perubahan iklim. Selain itu, integrasi agrivoltaik ini juga membantu mengurangi penguapan air dari tanah, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam pertanian. Safry Sitorus, ketua Tim MAKARA, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian ini. “Kemenangan ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang energi terbarukan. Kami berharap proyek Canopi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi demi masa depan yang berkelanjutan,” ujar Safry. Dukungan dari universitas, dosen pembimbing, dan seluruh pihak terkait memainkan peran penting dalam keberhasilan Tim MAKARA. “Kami mendapatkan bimbingan dan dukungan yang luar biasa dari para dosen dan pihak universitas. Mereka membantu kami dalam setiap tahap pengembangan proyek ini, mulai dari penelitian awal hingga presentasi akhir di kompetisi,” ujar Adnan Hasyim. Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU menyampaikan, ”Proyek ‘Canopi’ tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga kreativitas dan inovasi dalam mencari solusi untuk tantangan global di bidang energi terbarukan dan pertanian berkelanjutan.” Lebih lanjut, Prof. Heri menyatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam proyek ini sangat relevan dan memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas. “Integrasi agrivoltaik dua sumbu dengan budidaya kopi yang dilakukan oleh Tim MAKARA menunjukkan bahwa kita dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi surya sekaligus meningkatkan hasil panen. Ini adalah contoh nyata dari bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan sektor pertanian.” Kompetisi tahunan AAPG kali ini diadakan secara daring dari Houston dengan melibatkan peserta dari kalangan mahasiswa dan profesional muda di seluruh dunia. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan kemampuan teknis dan inovasi, tetapi juga untuk berbagi pengetahuan dan belajar dari peserta lain yang memiliki visi yang sama untuk masa depan energi yang lebih baik.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Tim Bantuan Medis Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa (TBM BEM IKM) FKUI meraih Juara 2 pada kompetisi Meridien Cup XI 2024. Acara tersebut diselenggarakan oleh TBM Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) pada tanggal 31 Mei hingga 2 Juni 2024 di Kampus FKK UMJ, Tangerang, Banten. Meridien Cup XI adalah kompetisi tahunan yang diikuti oleh TBM Fakultas Kedokteran dari seluruh Indonesia. Tahun ini, acara mengusung tema “TRAFFIC: Become A Formidable Team in Dealing With Emergency To Save Yourself and Others” dan menghadirkan berbagai agenda menarik seperti Seminar Basic Life Support dan Trauma Muskuloskeletal, Lomba Simulasi Kegawatdaruratan Lalu Lintas, Medical Competition of Emergency and Traumatology (MCET), serta Lomba Cerdas Cermat Tanggap (CCT) MERIDIEN. Tim TBM BEM IKM FKUI, sebelum ke babak final lomba Cerdas Cermat Tanggap harus melalui dua tahap perlombaan, yakni Lomba Simulasi Kegawatdaruratan Lalu Lintas dan MCET. Dalam kompetisi Simulasi Kegawatdaruratan Lalu Lintas, tim TBM FKUI dibagi menjadi tiga kelompok: Tim Triase, Tim Evakuasi, dan Tim Tatalaksana. Tim Triase terdiri dari Haidar Hilmi Ramadhan (FKUI 2021), Qatrunada Maura Dakota (FKUI 2022), dan Zalfa Zahira (FKUI 2022). Tim Evakuasi beranggotakan Nailah Hasna Azzahra (FKUI 2022), Zefanya Parlindungan Simanjuntak (FKUI 2021), Ilham Fauzan Rahman (FKUI 2021), dan Zefanya Levia Damayanti (FKUI 2021). Sedangkan Tim Tatalaksana terdiri dari Jessica Angeline Yoswara (FKUI 2022) dan Bagus Ryan Rafiansyah (FKUI 2022). “Tim kami diberikan skenario bencana. Pertama, Tim Triase melakukan triase terhadap korban, kemudian Tim Evakuasi memindahkan korban dari Red Zone ke Green Zone, dan terakhir, Tim Tatalaksana memberikan penanganan medis sesuai kondisi korban. Setelah simulasi, saya dan Naufal Ahmad Akbar harus menghadapi MCET dengan 100 soal MCQ untuk menambah poin,” jelas Ilham Fauzan Rahman. Tiga tim dengan nilai akumulasi tertinggi dari lomba simulasi dan MCET berhak melaju ke babak final. Tim TBM BEM IKM FKUI berhasil masuk tiga besar dengan total poin 111,5 dan melaju ke babak final Lomba Cerdas Cermat Tanggap. Lomba CCT terbagi menjadi dua babak: pertanyaan wajib dan rebutan. Pada pertanyaan wajib, setiap tim diberikan lima soal dengan nilai 20 poin per jawaban benar. Sedangkan pertanyaan rebutan terdiri dari 10 soal dengan jawaban benar mendapatkan 100 poin dan jawaban salah mengurangi 20 poin. Dengan akumulasi nilai dari lomba simulasi, MCET, dan CCT, Tim TBM BEM IKM FKUI berhasil menjadi Juara 2. “Tantangan terbesar adalah mengimbangi persiapan lomba dengan kesibukan akademis dan non akademis. Saat lomba simulasi, kami harus tetap tenang dan teliti dalam menolong pasien,” ujar Haidar Hilmi Ramadhan, leader tim simulasi. Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, mengapresiasi prestasi ini. “Prestasi ini tentu membanggakan FKUI dan menunjukkan bahwa sebagai mahasiswa kedokteran perlu juga untuk menumbuhkan jiwa kompetitif, terlebih lagi bidang yang dilombakan ini pasti akan bermanfaat nantinya sebagai tenaga kesehatan. Kami akan terus mendukung dan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi pada kompetisi-kompetisi yang ada, bahkan kalau bisa selalu menargetkan untuk juara. Semoga keberhasilan ini memotivasi mahasiswa FKUI lainnya untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik,” ujar Dekan FKUI.
1 2 3 14