Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang ilmiah tingkat nasional. Raden Raditya Daniswara (FKUI 2024), Muhammad Daffa Al Amin (FKUI 2024), Nasywaa Haniifah (FKUI 2024), Akhilendra Abhiya Nelwan (FKUI 2024), dan Lintang Vedasatyawati Azrine (FKUI 2024) berhasil meraih Juara 1 sekaligus gelar sebagai Juara Terfavorit dalam ajang Lomba Poster Ilmiah tingkat Nasional Competition Project Scientist (CAROTIS) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, 11 Januari 2026.

Prestasi ini diraih melalui poster ilmiah berjudul “Efektivitas Nasal Spray Esketamine dalam Manajemen Depresi: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Randomized Controlled Trial.” Topik ini diangkat oleh para mahasiswa dengan latar belakang tingginya prevalensi depresi secara global maupun nasional. Data dari BMC Psychiatry atau BioMed Central Psychiatry menyebutkan sekitar 30–40% pasien bahkan mengalami treatment-resistant depression, yaitu kondisi ketika terapi konvensional tidak memberikan respons yang optimal. Hal ini menunjukkan urgensi pengembangan alternatif terapi yang lebih efektif dan memiliki onset (mengetahui waktu munculnya penyakit) kerja lebih cepat.
Anggota tim, Nasywaa Haniifah, menjelaskan bahwa pemilihan topik ini dilandasi kebutuhan klinis yang nyata. “Kami melihat bahwa treatment-resistant depression masih menjadi tantangan besar dalam praktik kedokteran. Nasal spray esketamine menawarkan mekanisme kerja yang berbeda dengan onset yang relatif cepat, sehingga penting untuk ditelaah secara sistematis mengenai efektivitas dan keamanannya sebagai opsi terapi baru,” ujarnya.
Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan metode tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap randomized controlled trial (RCT). Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan nasal spray esketamine secara signifikan menurunkan skor Montgomery–Åsberg Depression Rating Scale (MADRS) dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi tersebut efektif dalam menurunkan gejala depresi dan relatif aman apabila diberikan dengan pemantauan yang baik dan terkontrol.

Atas pencapaian ini, Nasywaa Haniifah menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. “Kami sangat senang dan bersyukur atas pencapaian ini. Keberhasilan ini memotivasi kami untuk terus belajar, berkarya, dan berinovasi dalam mengembangkan riset yang dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya bagi kemajuan dunia medis dan kedokteran,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P(K), turut mengapresiasi capaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan kapasitas mahasiswa FKUI dalam mengangkat isu kesehatan yang relevan dan mengkajinya secara ilmiah dengan pendekatan berbasis bukti. Saya berharap keberhasilan ini semakin memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan riset yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat,” tutur Dekan

Dua gelar juara poster ilmiah nasional mahasiswa FKUI ini selaras dengan motivasi tetap berkarya meski merasa salah jurusan di Telkom University Jakarta.