id
Prestasi

Category

Kontingen Karate Universitas Indonesia mendobrak sejarah baru memperoleh Juara Umum 2 dengan hasil 2 emas, 4 perak, dan 3 perunggu pada kejuaraan International Esa Unggul Cup 5 Gold Medal 1. Muhammad Ghalib, Hukum 2023 [Juara 1 Universitas Kumite -67kg Putra] 2. Sachiko Khzbiika, Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Rusia 2023 [Juara 1 Universitas Kata Beregu Putri] Silver Medal 3. Sachiko Khazbiika, Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Rusia 2023 [Juara 2 Universitas Kumite -55kg Putri] 4. Lunaya Zahira, Fakultas Psikologi 2022 [Juara 2 Universitas Kumite -61kg Putri] 5. Ricko Ardiansyah, Fakultas Ilmu Budaya, Filsafat 2023 [Juara 2 Kumite -75kg Senior Putra] 6. Farah Balqis, Vokasi, Administrasi Perpajakan 2023 7. Izzati Azzahirah, FT, Elekro 2021 [Juara 2 Universitas Kata Beregu Putri] 8. Azizah Salsabilla, FISIP, Kriminologi 2022 [Juara 2 Universitas Kata Beregu Putri] Bronze Medal 9. Bilqish Fauziah, Vokasi, Administrasi Rumah Sakit 2023 [Juara 3 Universitas Kumite -50kg Putri] 10. Elidya Khairunnisa, Hukum 2022 [Juara 3 Universitas Kumite -50kg Putri] 11. Ricko Ardiansyah, Fakultas Ilmu Budaya, Filsafat 2023 [Juara 2 Kumite -75kg Senior Putra]  
Depok-Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berkesempatan mengikuti magang di Customer Experience Insight Pty Ltd (CX Insight) yang berlokasi di Perth, Australia. Mereka adalah Dawsan Nomero Maulando dan Keisha Mayra Faiza Amaris Hermawan dari program studi Produksi Media, serta Thariq Arsyad Fauzi dari program studi Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi UI. Ketiganya berkesempatan untuk belajar di perusahaan yang bergerak di bidang human computer interaction (HCI), user interface (UI), user experience (UX), serta bidang lainnya yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Di CX Insight, mereka mendapat pengalaman baru dalam menangani desain, manajemen acara, riset UI/UX, hingga pemasaran. Di bagian marketing, Thariq mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan konten, analisis data, serta wawancara narasumber untuk kebutuhan perusahaan. Sementara itu, di bagian desain media digital/cetak dan riset UX, Keisha dan Dawsan mempelajari penerapan HCI dan desain. “Program internship yang berlangsung selama November–Desember 2023 ini tidak hanya mengajarkan hard skill, tetapi juga melatih soft skill kami dalam mengatur prioritas pekerjaan dari berbagai proyek yang diberikan. Budaya kerja yang berbeda menuntut kami untuk lebih profesional dalam berkomunikasi dan menyelesaikan pekerjaan,” ujar Thariq. Selain memperoleh banyak ilmu, ketiga mahasiswa Vokasi UI ini juga turut terlibat dalam penyelenggaraan Diversity and Innovation Tech Fest 2023, yakni acara yang dihadiri oleh para inovator, pakar teknologi, wirausahawan, serta enthusiast dari berbagai latar belakang dan budaya dengan beragam inovasi yang dirancang dan dikembangkannya. (Foto: Mahasiswa Vokasi UI saat berpartisipasi dalam penyelenggaraan Diversity and Innovation Tech Fest 2023 di Australia) Dawsan mengatakan, “Pengalaman mengorganisasi sebuah acara besar menjadi hal yang berkesan selama perjalanan magang kami. Acara yang melibatkan banyak orang hebat di Australia tersebut memberikan insight baru mengenai pentingnya inovasi dalam bisnis. Gelaran acara ini menjadi penutup magang yang menyenangkan bagi saya, Keisha, dan Thariq. Saya berharap mahasiswa lain dapat memperoleh kesempatan magang di luar negeri seperti ini.” Program magang yang diikuti oleh mahasiswa Vokasi UI tersebut merupakan implementasi kerja sama antara Vokasi UI dan CX Insight yang dibangun sejak 2023. Tujuan utama dari program ini adalah memberikan pajanan pengalaman internasional yang melatih mahasiswa untuk bersaing secara global. Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, menyebut bahwa implementasi link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri dapat semakin meluas hingga ke level internasional. “Melalui program kerja sama ini, saya berharap mahasiswa Vokasi UI dapat menjadi lulusan yang siap bersaing secara global dan membanggakan Indonesia. Karena itu, Vokasi UI terus berupaya menciptakan lulusan yang siap kerja dengan pembekalan berupa kurikulum berbasis praktik dan melibatkan industri secara langsung,” tutup Padang.
Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim iGEM UI kembali mendulang prestasi di ajang kompetisi berskala internasional. Kali ini, delegasi mahasiswa UI berhasil meraih Silver Medal pada ajang International Genetically Engineered Machine Competition (iGEM) Grand Jamboree 2023 yang diselenggarakan oleh iGEM Foundation pada tanggal 2-5 November 2023 di Paris Expo, Porte de Versailles, Paris, Prancis. iGEM Grand Jamboree 2023 merupakan ajang kompetisi internasional tahunan bergengsi di bidang Synthetic Biology yang diikuti oleh 400 tim dari 50 negara yang terdiri dari siswa SMA serta mahasiswa S1 dan S2 dari seluruh dunia. Program ini dimulai pada tahun 2003 sebagai kegiatan summer school di Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan telah banyak melahirkan inovasi, riset, perusahaan, dan startup dalam bidang bioteknologi. Oleh karena itu, program ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mendorong batas-batas synthetic biology dengan mengatasi permasalahan sehari-hari yang dihadapi dunia. Tim iGEM UI berasal dari lintas fakultas yaitu, dari Fakultas Kedokteran (FK) yang terdiri dari Nadine Aurelie (FKUI 2019); Benedictus Ansell Susanto (FKUI 2019); Bryanna Infinita L. S. (FKUI 2020); Shakira Amirah (FKUI 2020); Emanuel Verrell Didy (FKUI 2020); dan M. Rosyidan Rohman (FKUI 2021). Dari Fakultas Teknik (FT) Chico Xavier (FTUI 2020); Gio Nathaniel (FTUI 2020); Anzillina Rahma (FTUI 2020); dan Akmal Ramdani (FTUI 2020). Dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Albertus Aldo (FMIPA 2019); Clara Riski Amanda (FMIPA 2019); Muhammad Vidrio Arya Akbari (FMIPA 2021); Dari Fakultas Farmasi (FF) Adriel Sebastian (FFUI 2019), dan dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Mohammad Bramantyo Putra Kusuma (FASILKOM 2020) dan Divany Harryndira (FASILKOM 2021). Tim inti ini didampingi oleh beberapa advisor yaitu, Firda Izzain Baliyati (FKUI 2019); Kevin Tjoa (FKUI 2017); William Nathaniel (FKUI 2019); Muhammad Iqbal Adi Pratama (FKUI 2016); Aulia Reski Widyaningrum (FMIPA 2013); Samuel Febrian Wijaya (FMIPA 2018); dan Faustina Prima Martha (FTUI 2013). Sedangkan dosen pembimbing dari Tim IGEM UI 2023adalah Staf Pengajar Departemen Mikrobiologi Klinik FKUI Dr. dr. Budiman Bela, Sp. MK(K) dan Staf Pengajar Program Studi Matematika FMIPA UI Devvi Sarwinda, S.SI., M.Kom. Karya yang diusung oleh Tim iGEM UI berjudul “Effectivity of Modified Salmonella Typhimurium A1-R Strain Secreting Buforin IIb in Eradicating Cervical Cancer”. Melalui karya ini mereka berhasil merekayasa bakteri Salmonella A1-R yang bertujuan untuk mengobati kanker serviks. Persoalan ini patut disorot karena kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara. Perwakilan tim, Nadine Aurelie menjelaskan bahwa Tim iGEM UI memilih Salmonella karena dari berbagai studi yang mereka telusuri, didapatkan bahwa bakteri tersebut lebih unggul dalam mengeradikasi kanker apabila dibandingkan dengan bakteri lain seperti ListeriaEscherichia, dan Clostridium. Keunggulan tersebut antara lain karena profil keamanan dan spesifisitas penargetan sel kanker yang tinggi, kemampuan distribusi dan penetrasi sel kanker yang memadai, kemampuan induksi sel imun, kemampuan bertahan dalam lingkungan yang memiliki kandungan oksigen yang sedikit, serta sifat toksisitas alami terhadap sel kanker. “Salmonella juga dapat menutupi berbagai kelemahan yang dimiliki obat-obatan kemoterapi kanker, khususnya mengenai persoalan resistensi kemoterapi. Secara molekuler, Salmonella dapat menginduksi siklus sel sehingga lebih sensitif terhadap kemoterapi kanker dan menurunkan regulasi resistensi kemoterapi pada sel kanker. Sebenarnya, potensi ini sudah dilirik oleh peneliti dan diuji, namun tertahan pada uji klinis manusia pertama,” ujar Nadine. Lebih lanjut Nadine memaparkan, berdasarkan penelitian tersebut, kelemahan pergerakan Salmonella yang terbatas oleh sel imun mengarah terhadap kesimpulan bahwa Salmonella tidak dapat berdiri sendiri untuk mengobati kanker serviks. “Oleh karena itu, kami meleburkan bakteri Salmonella dengan plasmid yang dapat mengekspresikan protein buforin 2b. Protein ini telah diteliti memiliki sifat anti tumor, namun di saat yang sama aman terhadap sel serviks yang sehat. Untuk meningkatkan spesifisitas terhadap sel kanker lebih lanjut, ekspresi protein tersebut dilengkapi juga dengan sistem sensor p53 yang hanya memperbolehkan ekspresi apabila terdapat mutasi p53 yang umum ditemukan pada sel kanker” tutur Nadine. Dalam mengembangkan proyek penelitian yang diberi nama “CERVEX”, tim iGEM UI melakukan diskusi dengan para ahli serta melakukan komunikasi dengan pasien kanker serviks. Mereka juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai kanker serviks serta bekerja sama dengan dua akun edukasi sosial media untuk memperluas kesadaran mengenai kanker serviks. Hasil penelitian yang dilakukan dapat diakses melalui laman https://2023.igem.wiki/ui-indonesia/ Selamat bagi tim iGEM UI yang sudah berhasil mempersembahkan kemenangan di kompetisi ilmiah internasional. Maju terus FKUI! Maju terus UI! (Humas FKUI)
INFO KOMPETISI Ada kesempatan emas nih untuk kamu yang punya minat di Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam! ON MIPA-PT 2024 telah dibuka, dimana kamu bisa menunjukkan kreativitasmu dan inovasimu dalam bidang ini. Jangan sampai ketinggalan ya! Daftarkan dirimu sekarang juga untuk mengikuti seleksi Olimpiade di tingkat Universitas Indonesia dan bersaing untuk meraih prestasi terbaik. Ayo, raih juara untuk mengharumkan nama kampus kita, “Universitas Indonesia”. Yuk segera daftar di bit.ly/RegistrasiONMIPA2024 #fmipaui #onmipapt #onmipapt2024    
Halo sobat PKM UI! Tim kamu sudah buat proposal tapi ketinggalan submit? Tenang!! PKM Center Universitas Indonesia membuka kembali kesempatan pengumpulan proposal PKM dari tanggal 2 Februari 2024 hingga 16 Februari 2024 pukul 23.59 WIB. Tunggu apa lagi, segera kirim proposal terbaikmu, jangan sampai ketinggalan submit lagi ya!! Informasi terkait pedoman PKM 2024 dan berkas lainnya dapat diakses melalui tautan: https://linktr.ee/PKMUI2024 Atau dapat mengklik tautan yang tertera di bio Instagram @pkmcenter_ui Selamat dan semangat berkarya, sobat PKM UI! PKM Center UI Direktorat Kemahasiswaan UI #UIBangga #UIJuara #PIMNAS37  
Depok-Jurnalis Nurhakim Baharizki, mahasiswa program studi Administrasi Perpajakan, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) berhasil menorehkan prestasi gemilang di Jakarta Open International Championship 2023. Hakim berhasil merebut sejumlah medali emas untuk kategori Senior Men Elimination 5000 M dan Rellay, serta medali perak untuk kategori 1000 M. Kejuaraan sepatu roda tingkat internasional tersebut diadakan di Jakarta International Roller Track Arena (JIRTA), GOR Sunter, Jakarta Utara dan diikuti oleh 1.308 atlet yang berasal dari India, Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Hongkong. Untuk mencapai hasil yang maksimal, Hakim melakukan latihan intensif setiap hari selama beberapa bulan terakhir. “Performa yang kurang maksimal menjadi evaluasi bagi saya untuk memperhatikan kewaspadaan saat latihan maupun bertanding agar terhindar dari cedera,” ujar Hakim. Tantangan lainnya adalah Hakim yang juga merupakan seorang mahasiswa perlu membagi waktu antara latihan dan kuliah. Ia juga sempat mengalami burnout akibat kelelahan. “Di samping jadwal perkuliahan yang semakin padat, saya perlu tetap menjaga kesehatan dan performa sebagai atlet,” kata Hakim. (Foto: Penampilan Hakim saat Jakarta Open International Championship 2023) Berkat kegigihannya tersebut, sepanjang 2023, Hakim telah mendapatkan berbagai medali, di antaranya Juara 1 1000 M, Juara 1 Team Sprint 500 M+D, dan Juara 3 Dobbin Sprint 200 M pada Friendly Match 2023; serta Juara 1 200 M DTT, Juara 1 Rellay, dan Juara 2 1000 M pada Pra-PON. Hakim juga turut berpartisipasi pada kejuaraan tingkat internasional, yaitu Juara 2 Rellay pada Taiwan International Roller Skating Open. (Foto: Hakim berhasil mendapatkan medali perak di Taiwan International Roller Skating Open) Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, mengapresiasi perjuangan yang sudah dilakukan Hakim dan membawa harum nama UI pada kompetisi yang diadakan pada 21-23 Desember 2023. Ia mengatakan, “Selamat kepada Hakim yang berhasil mendapatkan medali emas dan perak pada kejuaraan internasional. Saya menunggu prestasi gemilang lain, baik dari Hakim maupun mahasiswa Vokasi UI lainnya, di bidang akademik dan nonakademik.” (Foto: Hakim saat bertanding di Taiwan International Roller Skating Open) Saat ini, Hakim sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Try Out pertandingan di Jerman bersama Tim DKI Jakarta pada April mendatang. Selain itu, Hakim juga akan mengikuti PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ia menargetkan lima medali emas pada PON XXI 2024 dengan persiapan yang matang dan latihan secara intensif untuk menghadapi pesta olahraga bergengsi tersebut.
Sachiko Khazbiika, Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Rusia, Juara 1 Kumite Beregu Senior Putri Internasional KL Mayor’s Cup International Karate Championship di Malaysia, Juara 1 Kumite Beregu Senior Putri #prestasiui
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) meraih kebanggaan besar dengan kesuksesan alumni dalam ajang pemilihan Duta Kesehatan Jawa Barat. Alumni FIK UI yang berbakat telah mencapai prestasi sebagai Juara 2 Putri, serta 3 kategori lain yaitu Duta Intelegensia Kesehatan Jawa Barat 2023, Best Video Profile Advokasi Duta Kesehatan Jawa Barat 2023, dan Top 5 Berbakat Duta Kesehatan Jawa Barat 2023 Pada tanggal 18 November 2023 lalu, dilaksanakan Grand Final Pemilihan Duta Kesehatan Jawa Barat di Hotel Aston Tropicana Cihampelas Bandung. Tentu saja prestasi ini menegaskan eksistensi FIK UI dalam mencetak individu berkualitas di bidang kesehatan. Prestasi luar biasa ini diraih oleh Tri Novia, S.Kep., Ners., MM., M.I.Kom atau yang lebih dikenal dengan panggilan Via, alumni dari FIK UI 2012, yang tampil memukau dan memberikan kontribusi positif dalam mempromosikan kesadaran kesehatan di tingkat provinsi. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dari FIK UI, Via berhasil menonjolkan kecakapannya dalam menyampaikan pesan kesehatan dan membangun kesadaran masyarakat. Dalam kompetisi yang sengit, Via berhasil menunjukkan pengetahuan mendalamnya tentang isu-isu kesehatan yang relevan, memberikan solusi kreatif, dan menjadi duta yang menginspirasi bagi masyarakat. Keberhasilan ini sekaligus mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan yang diberikan oleh FIK UI dalam mencetak lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademis tetapi juga mampu berprestasi di berbagai bidang. “Alhamdulillah pelaksanaan Grand Final Duta Kesehatan Jawa Barat 22023 bersamaan dengan Persiapan Acara Puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Jawa Barat. Saya tentunya Bahagia dengan semua pencapaian yang saya dapatkan hari ini. Semua sudah saya persiapkan dengan baik, semua program advokasi dan edukasi sudah dilakukan secara meluas di Depok, sehingga selanjutnya tugasnya adalah meluaskan ke Jawa Barat yang berfokus pada masalah stunting dan diabetes melitus di masyarakat Jawa Barat.” tutur Via dengan penuh kebahagiaan. Tidak selesai pada ajang ini saja, Via bertekad untuk senantiasa memberikan pengaruhnya di bidang kesehatan, “Di lokus advokasi Jawa Barat, saya mengambil Diabetes Melitus (DM) karena penyakit ini menjadi salah satu momok terbesar di masa depan. Jangan sampai generasi emas kita digantikan dengan generasi gula hanya karena penyakit gula yang tak terkendali. Datanya diprediksi akan ada 30 juta penderita diabetes melitus di tahun 2030. Tentunya ini alasan terkuat saya mengambil masalah DM. Selain itu juga stunting menjadi masalah Kesehatan yang sedang di fokuskan oleh Jawa Barat dan Indonesia guna mencapai generasi emas 2045. Selain itu, saya akan memberdayakan dan mengoptimalkan peran kader Kesehatan yang ada di Indonesia. saya akan membuat Program kader Kesehatan Academy/Smart Health Cadres Academy yang befokus kepada pengembangan diri dan pelatihan di bidang soft skill untuk para kader karena kader adalah ujung tombak Kesehatan yang kemudian akan mencerdaskan masyarakat secara luas” ungkapnya bersemangat. Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UI, Agus Setiawan, menyatakan kebanggaan atas pencapaian gemilang alumni FIK UI ini. “Kami sangat bangga melihat prestasi Tri Novia sebagai Juara 2 Putri dan tiga kategori lainnya di ajang pemilihan Duta Kesehatan Jawa Barat. Ini adalah bukti bahwa kurikulum dan pendekatan pembelajaran kami di FIK UI mampu membentuk individu yang tidak hanya mahir dalam ilmu keperawatan tetapi juga mampu menjadi duta kesehatan yang mampu memberikan dampak positif pada masyarakat. Saya harap ananda Tri Novia yang memiliki latar belakang sebagai perawat bisa mengharumkan nama FIK UI dan profesi perawat di kancah Nasional. Amin.” ucap Agus. Dalam suasana kebanggaan ini, FIK UI mengucapkan selamat kepada Tri Novia dan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni FIK UI lainnya. Semoga pencapaian ini menjadi awal perjalanan karir yang gemilang dan terus memberikan kontribusi positif di bidang kesehatan. Prestasi dan semangat juang Via menjadi bukti bahwa seorang perempuan dapat berhasil mencapai puncak keberhasilan dalam berbagai bidang, mewujudkan visi FIK UI dalam mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
  Dalam Era Industri 4.0, terjadi perubahan iklim bisnis dan industri yang lebih kompetitif yang disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi. Keterbatasan UMKM dalam mengadopsi teknologi informasi disebabkan oleh kurangnya pemahaman peran strategisnya dan kurangnya dukungan dari pemerintah dan lingkungan yang tidak bersahabat. Kolaborasi lintas sektoral, seperti Triple Helix Model, dapat membantu UMKM menghadapi persaingan digital...
Read More
Tim Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berhasil meraih prestasi pada ajang Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2023 yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Jakarta, tanggal 3-5 November 2023. Pada kompetisi tersebut, Tim Mahasiswa FKUI yang terdiri dari R. Muh. Kevin Baswara (Mahasiswa FKUI angkatan 2020) dan Muhammad Rafly Atthariq (FKUI 2020) berhasil meraih Juara 1 cabang Muskuloskeletal. IMO merupakan ajang olimpiade kedokteran tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) sejak tahun 2010. Kompetisi tingkat nasional ini melombakan 6 cabang olimpiade, yaitu Infeksi Tropis, Neurologi-Psikiatri, Kardiologi-Respirasi, Urologi-Reproduksi, Muskuloskeletal, dan Digestif. Muhammad Rafly Atthariq sebagai perwakilan tim mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas prestasi yang berhasil dicapai. “Sebagai delegasi FKUI pada perlombaan IMO 2023 ini, kami tentunya sangat bersyukur dan berterima kasih atas amanah yang diberikan. Kami memperoleh banyak pengetahuan baru dan pengalaman yang sangat berharga yang akan membantu kami menjadi dokter di masa depan. Tentunya tak lupa kami ingin mengucapkan terima kasih terutama kepada orang tua, para dosen pembimbing, dan semua pihak terkait yang telah berkontribusi secara penuh membersamai kami di ajang IMO ini mulai dari awal persiapan hingga selesai,” ujar Rafly. Sementara itu, salah satu dosen pembimbing yang juga merupakan Ketua Departemen Anatomi FKUI Sasanthy Kusumaningtyas, S.Si, M.Biomed mengatakan, “Hasil tidak mengkhianati usaha. Alhamdulillah delegasi IMO Muskuloskeletal 2023, R. Muh. Kevin Baswara dan Muhammad Rafly Atthariq maraih juara 1. Kerja keras Kevin dan Rafly berbuah manis, rajin mengejar pembimbing untuk diskusi dan praktikum. Saya turut bangga dan bahagia sebagai salah satu pembimbingnya,” kata Sasanthy. Kompetisi IMO 2023 mengharuskan setiap tim untuk melalui tiga babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Babak penyisihan dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting, sedangkan babak semifinal dan final dilaksanakan secara luring di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Jakarta. Babak penyisihan terdiri atas ujian Multiple Choice Questions (MCQ) dan Objective Structured Practical Examination (OSPE). Ujian MCQ mengujikan pengetahuan peserta sesuai dengan silabus materi yang telah diberikan, sedangkan OSPE mengujikan kemampuan praktikal peserta terkait dengan ilmu dasar seperti anatomi, histologi, patologi anatomi, dan pemeriksaan penunjang. Berikutnya, pada babak semifinal peserta harus melalui ujian Student Oral Case Analysis and Public Health (SOCA-PH) yang menilai terkait analisis kasus dan Objective Structural Clinical Examination (OSCE) yang menilai kemampuan klinik dasar seperti anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang hingga tatalaksana dan penulisan resep. Jika berhasil lolos pada babak semifinal, lima peserta akan kembali bertanding di babak final yang berisi Lomba Cepat Tepat (LCT) untuk memperebutkan juara 1 (gold medal), juara 2 (silver medal), dan juara 3 (bronze medal). Selain Kevin dan Rafly, ada tim mahasiswa FKUI lainnya yang turut berlaga dan meraih penghargaan pada ajang ini, yaitu:
  1. Andhika Alwan Rasyhad (FKUI 2021) dan Dhiya Insyira (FKUI 2021) sebagai finalis ke-4 cabang Infeksi Tropis.
  2. Ghefira Nur Imami (FKUI 2020) dan Rizqi Najla Humaira (FKUI 2020) sebagai finalis ke-4 cabang Neurologi-Psikiatri.
  3. Steven Immanuel Adhimulia (FKUI 2020) dan Zuhair Amir Alkatiri (FKUI 2021) sebagai finalis ke-4 cabang Kardiologi-Respirasi.
  4. Diski Saisa (FKUI 2020) dan Isya Abiyyu Mumtaz (FKUI 2020) sebagai finalis ke-5 cabang Digestif.
  5. Mukhlis Akmal Taher N (FKUI 2021) dan Daffa Saifullah Mahmud (FKUI 2020) sebagai Semifinalis Cabang Urologi-Reproduksi.
Keberhasilan gemilang Tim Mahasiswa FKUI pada IMO 2023 tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan para staf pengajar FKUI yang telah memberikan arahan berharga kepada para mahasiswa. Ucapan terima kasih disampaikan kepada para tim pembimbing, yaitu: Cabang Muskuloskeletal:
  1. Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT(K);
  2. dr. Muhammad Rizqi Adhi Primaputra, Sp.OT(K);
  3. Sasanthy Kusumaningtyas, S.Si, M.Biomed;
  4. dr. Muhammad Deryl Ivansyah, Sp.OT(K);
  5. dr. Roman Ardian Goenarjo, M.Biomed, Ph.D
Cabang Neuropsikiatri:
  1. dr. David Pangeran, Sp.S  
  2. dr. Gina Anindyajati, Sp.KJ;
  3. dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp.S(K);
  4. dr. Instianty, SpFK  
Cabang Digestif:
  1. dr. Saut Horas Hatoguan Nababan, Sp.PD-KGEH, Ph.D;
  2. dr. Saskia Aziza Nursyirwan, Sp.PD-KGEH;
  3. dr. Ridho Ardhi Syaiful, Sp.B-KBD;
  4. dr. Rizky Amaliah, Sp.B(K)BA;
  5. drg. Haamid Hasan Haikal, M.Sc,
  6. Gulshan Fahmi El Bayani, S.Gz., M.Biomed.
Cabang Uroreproduksi
  1. Prof. dr. Agus Rizal Ardy Harlandy, SpU(K), Ph.D.
  2. Dr. dr. Rima Irwinda, SpOG(K)
  3. dr. Imelda Rosalyn Sianipar, M.Biomed, Ph.D.
  4. dr. Ni Made Hustrini, SpPD-KGH
  5. drg. Haamid Hasan Haikal, M.Sc.
  6. dr. Atikah Chalida Barasila, M.Biomed, Sp.Ak
  7. Dr. dr. Minarma Siagian, MS, AIFM
  8. dr. Fina Widia, SpU(K)
  9. Dr. dr. Herbert Situmorang, SpOG(K)
  10. Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, M.Biomed, SpAnd
  11. dr. Widi Atmoko, SpU(K)
  12. dr. Putu Angga Risky Raharja, SpU, FICS
  13. dr. Fakhri Rahman, SpU(K), FICS
  14. dr. R. M. Ali Fadhly, SpOG
Cabang Kardiorespirasi:
  1. dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K);
  2. dr. Suci Indriani, Sp.JP(K), FIHA;
  3. dr. Estu Rudiktyo, Sp.JP(K), FIHA;
  4. dr. Harry Sakti Muliawan, Sp.JP, Ph.D;
  5. dr. Damba Dwisepto Aulia Sakti, Sp.JP;
  6. dr. Dian Yaniarti Hasanah, Sp.JP;
  7. dr. Vidya Gilang Rejeki, Sp.JP;
  8. dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP, FIHA;
  9. dr. Bambang Dwiputra, Sp.JP(K);
  10. dr. Nanda Iryuza, Sp.JP;
  11. dr. Atikah Chalida Barasila, M.Biomed., Sp.Ak.;
  12. Prof. Dr. dr. Dewi Irawati Soeria Santoso, M.S.
  13. dr. Prasenohadi, Sp.P(K), KIC
  14. Dr. dr. Lisnawati, SpPA(K)
Cabang Infeksi Tropis:
  1. Prof. Dr. dr. Yeva Rosana, M.S, Sp.MK(K);
  2. Prof. dr. Mardiastuti HW, M.Sc, Sp.MK(K);
  3. Dra. Rawina Winita, M.S;
  4. Fithriyah, S.Si, M.S, Ph.D;
  5. Dr. Ibnu Agus Ariyanto, S.Si, M.Biomed
  6. Dr. dr. Robiatul Adawiyah, M.Biomed, SpParK
  7. Dr. dr. Ari Prayitno, SpA(K)
  8. Dr. Dra. Conny Riana Tjampakasari, MBiomed
  9. Dr. Yulia Rosa Saharman, PhD, SpMK(K)
  10. dr. Yenny Djuardi, PhD
  11. Dra. Beti ED, PhD
  12. Dr. dr. Lie Khie Chen, SpPD-KPTI
  13. Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K)
  14. Dr. dr. Sandra Widaty, SpKK(K)
  15. Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K), M.Epid
  16. dr. Githa Rahmayunia, SpKK(K)
Selamat kepada para delegasi yang telah mengukir prestasi. Semoga pengalaman membanggakan ini dapat menjadi motivasi bagi teman-teman FKUI lainnya untuk semakin meningkatkan prestasi. Maju terus FKUI!
1 2 3 6