enid
Caption aligned here

Blog Full Right Sidebar With Frame

Universitas Indonesia (UI) sukses mengukir prestasi cemerlang di ajang kontes pemrograman tertua sekaligus bergengsi dunia International Collegiate Programming Contest (ICPC) World Finals pada 14 – 19 April 2024 di Luxor, Mesir. UI yang diwakili oleh tim Stack.py dan Bingung Weh merupakan tim pemenang ICPC Regional Asia Jakarta tahun 2021 dan 2022 kini telah menyelesaikan rangkaian acara World Finals Luxor dengan mendapatkan joint rank 26 dan 36 dari, 840 kontestan 170 Universitas ternama dunia, dan 50 negara. Para finalis diketahui merupakan top 2% dari semua regional seluruh dunia yang terdiri dari 3406 universitas di 104 negara. Denny, S.Kom., M.I.T., Ph.D, selaku pembimbing sekaligus dosen Fasilkom UI mengkonfirmasi pada gelaran ICPC World Finals 2023 ke 47 tim UI sukses menyelesaikan lima permasalahan dari 11 percobaan yang diberikan. Sedangkan di gelaran ICPC World Finals 2023 ke-46 tim sukses menyelesaikan enam permasalahan dari 11 dan menduduki joint rank ke-26. “Hal ini membuat peringkat UI menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara bersama dengan Nanyang Technological University (NTU Singapore) dan memiliki torehan jumlah problem solve yang sama dengan KAIST serta Stanford University,” ungkapnya. Lebih lanjut ia juga menambahkan tim ICPC UI ini didukung oleh Huawei Internasional. Ia mengungkapkan bahwa kontribusi Huawei sangat berarti dalam meningkatkan kemampuan competitive programming tim. Tim Stack.py beranggotakan para mahasiswa Fasilkom UI antara lain, Pikatan Arya Bramajati; Fausta Anugrah Dianparama; dan Hocky Yudhiono. Sementara tim Bingung Weh beranggotakan Steven Novaryo; Ahmad Haulian Yoga Pratama; dan Budiman Arbenta. Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer Fasilkom UI angkatan 2020, Steven Novaryo juga menambahkan jika gelaran ICPC World Final sendiri merupakan tahap akhir dari rangkaian kompetisi ICPC global yang mana para kontestan merupakan juara dari regional masing-masing dunia. Ia juga menegaskan bahwa gelaran world final ke-46 dan ke-47 dilakukan secara bersamaan mengingat masalah pandemi beberapa tahun lalu. Dekan Fasilkom UI, Prof. Dr. Ir. Petrus Mursanto, M.Sc., mengapresiasi hasil tersebut dan kerja keras para mahasiswanya. “Sekali lagi selamat atas capaian di ajang ICPC 2023 World Finals Luxor di tahun ini. Tentu hal ini tidak terlepas dari dukungan para civitas akademika Fasilkom UI. Kontribusi nyata yang diberikan ini setidaknya menjadi aktualisasi kita, menjadi pusat unggulan pengembangan TIK dengan sumber daya manusia yang kompetitif dan tidak hanya di level nasional tapi di level internasional,” tutup Dekan Mursanto. Lebih lanjut dukungan serta kontribusi penuh dari fakultas kepada tim UI turut membantu dalam dua world final tersebut. Sebagai kontes pemrograman tertua di dunia sejak tahun 1977, penyelenggaraan ICPC sudah memasuki yang ke-47. Sebelumnya tim Fasilkom UI meraih predikat High Honours pada penyelenggaraan ICPC World Finals ke-44 di Moscow tahun 2021. Saat itu tim Fasilkom UI sukses mengamankan posisi pada urutan ke-32 di dunia dan berhasil mengungguli Stanford University yang berada pada urutan ke-51
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia telah meraih Penghargaan Philip C. Jessup International Law Moot Court pada 6 Maret – 6 April 2024. Tim Delegasi mahasiswa FH UI ini, yaitu Christine Ranice Natasha (2021), Daniel Wiyarta Tenggara (2020), Faiz Idris Wiyasa (2020), dan Syifa Devi Savitri (2020). Kompetisi Peradilan Semu Hukum Internasional Philip C. Jessup , juga dikenal sebagai Jessup Moot atau The Jessup , adalah kompetisi peradilan semu internasional tertua dan terbesar di dunia, menarik peserta dari hampir 700 sekolah hukum di sekitar 100 negara. Kompetisi ini digambarkan sebagai kompetisi peradilan semu paling bergengsi di dunia oleh sejumlah besar organisasi dan universitas internasional, dan merupakan salah satu grand slam atau perdebatan besar. Penghargaan yang diraih oleh Tim Delegasi Mahasiswa ada dua kategori, International Rounds: Hardy C. Dillard Award — Ranked Third worldwide out of 674 teams from 100 dan World’s Second-Best Respondent Memorial. Kemudian untuk kategori Indonesian National Rounds ada empat penghargaan, Highest Raw Points, Best Combined Memorials, Best Respondent Memorial, dan Second-Best Applicant Memorial. Tim ini juga dibimbing oleh Subarkah Syarifudin, Howard Julio Tigris dan Amanda Besar. (Humas/aniapr)

Tiga orang mahasiswa dari FT dan FEB UI berkolaborasi bersama dan berhasil meraih prestasi Juara  3 pada ajang lomba Business Plan Competition (BCP) KSE UNDIP 2024. M. Iqbal Banoza Apriansyah (Teknik Elektro 2022), Adibah Seila Nafaza (Ilmu Ekonomi Islam 2022), dan Ade Isaura Tiara (Akuntasnsi 2022), berhasil mengalahkan 529 tim lainnya pada ajang kompetisi yang diselenggarakan secara daring pada bulan Januari hingga Maret 2024. BCP KSE UNDIP 2024 merupakan kompetisi kewirausahaan yang bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif dan inovatif serta meningkatkan pergerakan ekonomi di Indonesia melalui peranan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Iqbal dan timnya menggagas HelpIN, aplikasi layanan berdasarkan permintaan yang digunakan untuk mencari pekerja lepas atau penyedia beragam jenis jasa yang secara umum tidak ditemukan pasar transaksinya secara fisik di Indonesia. Dengan aplikasi ini, ketiganya menjawab tantangan pasar kerja di Indonesia yang semakin terbatas serta masalah belum adanya peningkatan signifikan terkait jumlah pekerja baru. “Kami membuat HelpIN dengan tujuan menghubungkan pihak yang membutuhkan jasa dengan pihak penyedia layanan jasa. HelpIN memiliki beberapa kelebihan, antara lain cakupan jasa yang ditawarkan luas, yakni sebanyak 40 jasa; durasi kontrak yang fleksibel; memiliki tampilan yang user friendly; transaksi yang mudah; terintegrasi dengan real-time data; dan keamanan layanan dengan NFC pada jaket dan aplikasi.” ujar Iqbal. Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU., mengatakan, “Saya sangat bangga mahasiswa FTUI tergerak untuk melakukan kolaborasi dengan mahasiswa fakultas lain. Iqbal telah menunjukkan bahwa sebagai mahasiswa FTUI, kita juga dapat berkontribusi dalam ranah perkembangan ekonomi. Semoga apa yang dilakukan Iqbal, Adibah, dan Ade dapat menginspirasi mahasiswa lainnya.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Omar Mukhtar Syarif (FKUI 2020) dan Nabiel Muhammad Haykal (FKUI 2020) berhasil memperoleh penghargaan Best Oral Presentation dalam perhelatan The International Undergraduate & Foundation Surgery Conference (iNUGSC) 2024 yang diselenggarakan oleh University College London (UCL) di London, Inggris, pada tanggal 24-25 Februari 2024. Omar dan Nabiel memaparkan presentasi yang berjudul “Efficacy and Safety of Surgical Interventions for Treatment of Trigeminal Neuralgia: A Network Meta-Analysis”. Karya ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Omar dan Nabiel bersama dengan rekan mahasiswa FKUI lainnya yaitu, Shakira Amirah (FKUI 2020), Muhammad Fahd Abdurrahman (FKUI 2020), Raihan Fikri Ali Akbar (FKUI 2020), dan Diski Saisa (FKUI 2020). Omar menjelaskan bahwa penelitian yang mereka lakukan adalah meta-analisis dengan tujuan untuk menentukan operasi bedah terbaik dan teraman pada pasien dengan gangguan saraf wajah. “Terdapat sebagian pasien yang tetap merasakan sakit yang hebat meskipun sudah konsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit. Di sisi lain, tidak sedikit pasien gangguan saraf wajah memilih operasi untuk hasil yang lebih cepat dan efektif. Namun, berbagai jenis tindakan operasi memiliki mekanisme dan keunggulan masing-masing, sehingga menghasilkan efikasi dan resiko yang beragam. Maka dari itu, diperlukan analisis untuk menentukan tindakan operasi gangguan saraf wajah paling efektif dan aman bagi pasien,” jelas Omar. Nabiel kemudian menambahkan, “Dekompresi mikrovaskular merupakan tindakan operasi paling efektif dan aman bagi pasien gangguan saraf wajah dengan menghilangkan rasa sakit, menurunkan intensitas sakit, rekurensi, dan komplikasi. Rekomendasi langkah selanjutnya adalah untuk melakukan lebih banyak studi tentang hasil dari tindakan operasi pada pasien gangguan saraf wajah dan melakukan evaluasi panduan tatalaksana dari penyakit ini.” Tim mahasiswa FKUI mengirimkan dua karya ilmiah pada iNUGSC 2024. Karya ilmiah yang kedua berjudul “Pharmacological Therapy for Postoperative Pain Following Bariatric Surgery: A Network Meta-Analysis,” yang disusun oleh Diski Saisa (FKUI 2020), Omar Mukhtar Syarif (FKUI 2020), Nabiel Muhammad Haykal (FKUI 2020), Raihan Fikri Ali Akbar (FKUI 2020), Jauda Hanoon (FKUI 2020), dan Shalihana Ramadita (FKUI 2020). Karya ilmiah ini berhasil lolos untuk dipresentasikan pada kategori poster presentation yang dilakukan oleh Nabiel Muhammad Haykal dan Shalihana Ramadita. “Studi yang kami lakukan berlatar belakang pasien obesitas yang menjalani operasi bariatrik dan sering mengalami nyeri pasca operasi yang umumnya diobati dengan opioid. Namun, penggunaan opioid dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pasca operasi yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, diperlukan alternatif obat lain yang memiliki efektivitas dan keamanan terbaik untuk mengurangi atau menggantikan penggunaan opioid,” tutur Shalihana. Dalam studi ini, para mahasiswa menyoroti beberapa obat analgesik terbaik untuk nyeri pasca operasi pencernaan yang sebaiknya diresepkan sebagai terapi multimodal, yaitu dengan mengkombinasikan beberapa jenis obat. Namun, uji klinis berkualitas tinggi dengan perbandingan langsung masih diperlukan karena ketidakpastian dari perbandingan tersebut. Suatu kebanggaan bagi Tim Mahasiswa FKUI dapat mewakili FKUI dalam ajang internasional, bersaing dengan universitas-universitas ternama lainnya. Capaiaan yang diraih menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan mahasiswa dari luar negeri. “Tentunya, konferensi ini memberi kami banyak pelajaran berharga, terutama mengenai akses terhadap perawatan bedah yang seringkali belum merata bagi masyarakat. Hal ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nabiel mewakili tim. iNUGSC merupakan konferensi bedah terbesar yang diselenggarakan oleh mahasiswa di Inggris. Acara ini memberikan kesempatan luar biasa bagi mahasiswa kedokteran dan dokter tahun dasar untuk mengeksplorasi berbagai spesialisasi bedah. Pembicara terkenal dari seluruh dunia diundang untuk berbagi perspektif mereka tentang tema tersebut, sambil memberikan kesempatan kepada peserta untuk menjelajahi dunia bedah melalui lokakarya praktis. Pada tahun ini, iNUGSC 2024 mengangkat tema “Surgery: for all, to all?” yang menekankan tiga pokok bahasan; kemajuan bedah yang meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan di seluruh dunia, pentingnya kolaborasi global dalam inovasi bedah, dan manfaat serta hambatan dalam berbagai tim bedah dan karier. Selamat kepada para mahasiswa yang berhasil meraih prestasi. Semoga dapat menjadi kebanggaan dan inspirasi bagi sivitas akademika FKUI lainnya. (Humas FKUI)

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali berbangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswanya. Pada 28 Maret 2024, tiga mahasiswa FKM UI dari program studi S1 Reguler Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2022, yaitu Duta Catur Agil Darsono, Ni Putu Indriati Peramarani, dan Syafiq Fawwaz berhasil memenangkan juara 2 lomba esai Smart and Safety Competition (SASECOM) 2024 yang diselenggarakan oleh Forum Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Tim yang terdiri atas tiga mahasiswa FKM UI tersebut menggagas esai berjudul “Upaya Pencegahan Fatigue Berbasis Digital Assessment pada Pengemudi Logistik Menggunakan Aplikasi DRIFT (Driving Fatigue Alert)”. Gagasan dalam esai ini diharapkan dapat mencegah kecelakaan kerja akibat fatigue pada pengemudi logistik. ”Mengangkat tema keselamatan berkendara, kami menggagas ide aplikasi DRIFT tersebut atas kesadaran bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda, aktivitas belanja melalui e-commerce semakin meningkat. Akibatnya, kebutuhan logistik pun juga semakin meningkat yang kemudian menyebabkan banyak pengemudi logistik merasa overwhelmed dan mengalami fatigue,” tutur Duta. Fatigue atau kelelahan kerja yang dirasakan oleh pengemudi nantinya dapat dideteksi menggunakan aplikasi DRIFT. Selama proses seleksi lomba, Duta mengaku mendapat dukungan yang besar dari FKM UI. ”Dari dosen K3 FKM UI sendiri, terutama Mas Abdul Kadir, S.K.M., M.Sc., selalu memberikan motivasi kepada kami untuk terus berprestasi. Mas Ading juga sering membagikan informasi lomba ke mahasiswa,” ujar Duta. Selain dosen, Kemahasiswaan FKM UI juga berperan dalam meningkatkan motivasi mahasiswa FKM UI untuk terus berprestasi. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM UI dan himpunan jurusan yang selalu memberikan apresiasi pada mahasiswa juga dinilai dapat meningkatkan iklim prestatif di kalangan mahasiswa FKM UI. Manajer Kemahasiswaan FKM UI, Dien Anshari, Ph.D., menyampaikan bahwa FKM tentu bangga atas pencapaian yang diraih oleh Duta dan tim. “Harapannya mahasiswa FKM UI dapat terus memiliki motivasi untuk berprestasi sehingga membawa dampak baik bagi diri sendiri maupun FKM UI baik di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Dien Anshari, Ph.D. (WR)
Direktorat Kemahasiswaan UI mengucapkan selamat kepada Penerima Jardine Cycle & Carriage Scholarship 2023. Semoga beasiswa yang diterima dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi menjadi lebih baik lagi. Kepada teman-teman lain yang belum terpilih, tetap semangat karena masih banyak kesempatan beasiswa yang dapat diraih. Salam sehat dan tetap semangat untuk berkuliah. #beasiswaUI #merdekabelajar #UIUntukIndonesia    

Dalam ajang Sayembara Desain Logo Riset Inovatif Produktif (RISPRO) Bertema Indonesia – Nanyang Technological University Singapore Institute of research for Sustainability and Innovation (INSPIRASI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti Ristek), mahasiswa Program Doktoral Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Ns. Saharuddin, S.Kep., M.Kep, meraih prestasi gemilang dengan meraih gelar juara 1. Saharuddin, yang juga merupakan Pengurus Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) FIK UI, menunjukkan dedikasi dan ketekunannya dalam proses kompetisi ini. Dengan visi yang jelas dan kombinasi antara kerja cerdas serta ketekunan, ia berhasil menghasilkan desain logo yang memenangkan hati juri. Dekan FIK UI, Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian Saharuddin, “Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Saharuddin pribadi, tetapi juga bagi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Ini menunjukkan kualitas dan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa kami dalam berbagai bidang.” “Prestasi ini tidak hanya mengukir nama Saharuddin dalam dunia desain, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sesama mahasiswa untuk terus berprestasi. Selamat untuk Saharuddin atas pencapaian gemilangnya, semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan.” Ujar Agus. “Saya termotivasi dari tema utama dalam sayembara ini, yakni smart city, circular economy, dan energy. Integrasi ketiga tema ini memiliki dampak yang besar, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia,” ungkap Saharuddin. Smart City yang digambarkan melalui dua garis hijau sekaligus berbentuk Sinyal Wifi, melambangkan bentuk bangunan kota masa depan yang juga mempresentasikan konsep Smart City. Sedangkan tema Circular Economy digambarkan melalui simbol setengah lingkaran gradasi biru dan untuk yang melambangkan sistem model ekonomi yang terus bertumbuh dan mempertahankan linear ekonomi. Tema terakhir yang tak kalah penting yaitu Energy, tema ini digambarkan melalui simbol dua tangan yang menopang Energi yang berasal dari dalam tubuh manusia, sekaligus seperti menggambarkan seekor burung yang sedang terbang melambangkan inovasi yang terus berkembang bebas. Logo yang dirancang Saharuddin akan digunakan dalam riset inovatif produktif yang melibatkan kolaborasi antara Nanyang Technological University Singapore dan Ditjen Dikti Ristek. Dalam proses pembuatan desainnya, Saharuddin memastikan untuk menggabungkan gagasan-gagasan luasnya dengan sentuhan khusus yang merefleksikan jiwa caring, yang merupakan unsur penting dalam profesi keperawatan yang diembannya. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi Saharuddin sendiri, namun juga menjadi kebanggaan bagi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan HMP FIK UI. “Saya sangat senang karena karya saya akan menjadi bagian dari logo utama,” tambahnya.

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) kembali berbangga dengan perolehan prestasi mahasiswanya. M. Nanda Putra Pratama S.M., mahasiswa S1 Kesehatan Lingkungan 2022, berhasil meraih juara 2 pada Quiz IPK 4.0 yang diselenggarakan oleh Pinisi Law-Years Club Vol. II, Universitas Negeri Makassar 2024. Ajang perlombaan tersebut diselenggarakan secara online pada 7-11 Maret 2024 dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus yang Sehat dan Bebas Kekerasan Seksual”. Nanda menyebutkan bahwa perlombaan dilakukan dalam 3 tahapan secara langsung. “Tahap ketiga merupakan tahapan akhir yang memberikan sebuah tes analisa untuk kemudian diberikan sebuah argumen terkait pengetahuan umum dan pengetahuan mengenai Satgas PPKS di kampus,” ujarnya. “Perlombaan ini memiliki materi yang mengacu pada Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 dan Persesjen Nomor 17 Tahun 2022”. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 merupakan sebuah peraturan hukum mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi yang kemudian dijadikan pedoman pelaksanaan di dalam Persesjen (Peraturan Sekretaris Jenderal) Nomor 17 Tahun 2022. Adapun Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) merupakan wujud mandat dari Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 dalam mewujudkan kampus yang merdeka dari kekerasan. Menurut Nanda, materi terkait Satgas PPKS menjadi hal yang menarik dan telah memberikannya wawasan. Salah satunya mengenai prosedur pelaporan PPKS di lingkungan kampus serta pesan dari para dosen selaku dewan juri yang mengatakan bahwa keberadaan Satgas PPKS di kampus sangat penting sehingga tidak boleh terabaikan. “Sebagai mahasiswa FKM kita tentunya harus dapat mencoba berbagai perlombaan dan pengalaman lainnya sehingga tidak harus selalu berada di ranah kesehatan saja, karena selama kita mau mencoba, pasti ada jalan yang akan diberikan. Lomba ini juga memberikan masukan baru bahwa kampus yang sehat itu tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga sehat mental salah satunya dengan bebas dari kekerasan seksual,” pungkas Nanda. Selain berhasil meraih juara 2 pada Quiz IPK 4.0 yang diselenggarakan oleh Pinisi Law-Years Club Vol. II, Universitas Negeri Makassar 2024, Nanda telah menorehkan segudang prestasi lainnya, antara lain Juara 1 UI Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) MTQ UI 2022, Juara 2 Lomba Desain Poster Infografis Keilmiahan, Pekan Pendidikan Masyarakat ke-V Himadiklus Universitas Riau 2023, dan Harapan 1 Lomba Esai Cendekia Festival Universitas Riau 2022. (ITM)
1 2 3 4 26