Kegiatan Pelatihan dan Aksi Sobat Bumi Berdaya, Sobat Diri Siaga telah dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2026 di Rumah Belajar Merah Putih dengan mengusung tema “Akar Tumbuh: Merawat Diri, Menghidupkan Bumi.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Penerima Beasiswa Pertamina Sobat Bumi Universitas Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya edukasi lingkungan dan mitigasi bencana sejak dini.

Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang pembelajaran dan aksi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pelestarian lingkungan serta kesiapsiagaan bencana. Selain sesi edukasi dan diskusi, kegiatan juga diisi dengan aksi penanaman sekitar 55 pohon di lingkungan sekitar Rumah Belajar Merah Putih sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah edukasi mitigasi bencana. Peserta dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah dasar dalam menghadapi bencana alam, khususnya terkait upaya melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya. Narasumber menekankan bahwa pemahaman terhadap potensi bencana harus diikuti dengan kesiapsiagaan yang baik, tidak hanya demi keselamatan individu, tetapi juga keselamatan bersama. Hal ini menjadi sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, mengingat kurangnya informasi dan kesiapan sering kali memperbesar dampak yang ditimbulkan.
Selain mitigasi bencana, kegiatan ini juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dini. Melalui pendekatan yang ramah anak dan berbasis praktik, peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keselamatan diri dan komunitas. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Dalam konteks tantangan lingkungan dan kebencanaan, peran anak muda, termasuk mahasiswa, dinilai sangat strategis. Anak muda tidak hanya memiliki energi dan semangat, tetapi juga kapasitas pengetahuan yang dapat dibagikan kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi, penyebaran informasi, maupun dukungan moral. Kehadiran anak muda di ruang-ruang komunitas diharapkan mampu menjembatani kesenjangan informasi yang masih kerap terjadi di daerah rawan bencana.
Melalui kegiatan ini, narasumber juga menyampaikan harapan agar program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai wilayah lain, serta melibatkan lebih banyak komunitas anak muda. Semakin banyak pihak yang terlibat langsung di wilayah rentan bencana, diharapkan semakin meningkat pula pemahaman masyarakat mengenai potensi bencana, kesiapsiagaan, serta cara menyikapinya secara tepat.
Secara keseluruhan, kegiatan Pelatihan dan Aksi Sobat Bumi Berdaya, Sobat Diri Siaga menegaskan bahwa upaya merawat bumi tidak dapat dipisahkan dari upaya merawat diri dan komunitas. Melalui integrasi antara edukasi, aksi nyata penanaman pohon, serta keterlibatan aktif anak muda, diharapkan dapat terwujud lingkungan yang lebih lestari dan masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana.



