Tim Mahasiswa FKUI Raih Juara 1 dalam The 10th APRU Global Health Virtual Case Competition

Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang internasional. Tim bernama “Sustainabite”, yang terdiri dari Fatima Nadine (FKUI 2022), Najiba Gina Nurisma (FKUI 2022), dan Jessie Laurencia Afaratu (FKUI 2022), serta mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Afirsta Violla Auliafitri Opereta berhasil meraih Juara 1 ajang The 10th APRU Global Health Virtual Case Competition yang diselenggarakan tanggal 31 Oktober 2025 di Universiti Malaya, Malaysia.
Tim ini menghasilkan karya inovatif berjudul SEHATI, sebuah konsep aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu perencanaan pangan dan pemenuhan nutrisi secara personal guna mendukung penurunan angka stunting di Indonesia.

Fatima Nadine menjelaskan bahwa SEHATI dilengkapi dengan fitur identifikasi kebutuhan gizi, rekomendasi resep, hingga sistem reward untuk menjaga keterlibatan pengguna. “Aplikasi ini kami rancang sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, dan petani melalui pendekatan teknologi yang sederhana namun berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Jessie Laurencia menambahkan bahwa SEHATI tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga membuka akses bagi petani lokal untuk melaporkan serta menyalurkan hasil panen sebagai reward bagi pengguna yang rutin mengunggah asupan hariannya. Dengan hasil panen yang langsung berasal dari petani terdekat, pengguna dapat memperoleh bahan masakan berkualitas, sekaligus mendorong perbaikan kebiasaan makan, khususnya bagi keluarga berpenghasilan rendah.

“Harapannya, dengan mengintegrasikan sistem explainable artificial intelligence (AI) yang telah dilatih menggunakan set data dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017, dan Acuan Label Gizi Indonesia, solusi ini dapat membantu keluarga merencanakan konsumsi bergizi yang komprehensif bagi pengguna, sekaligus mendorong ketahanan pangan yang lebih inklusif,” ucap Jessie.

Anggota tim lainnya, Najiba Gina turut menekankan bahwa proses pengembangan ide ini merupakan perjalanan belajar yang penuh tantangan lintas disiplin. “Kami belajar bahwa isu pangan, terutama stunting di Indonesia, tidak bisa diselesaikan hanya dari satu disiplin saja. Inovasi ini membutuhkan ilmu yang saling menyempurnakan serta edukasi yang dapat menjangkau masyarakat luas.

“Dari pemahaman itulah, kami menggandeng BKKBN agar gagasan kami punya peluang hidup sebagai program nyata,” sambung Afirsta Violla.

Tim Sustainabite menyampaikan rasa syukur, haru, dan bahagia atas keberhasilan meraih gelar juara. Menjadi yang terbaik dari 110 tim peserta yang berasal dari 13 negara ini tidak hanya menjadi pencapaian membanggakan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berkembang. Ke depan, tim ini berharap inovasi yang telah dikembangkan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan. Kolaborasi jangka pendek maupun jangka panjang dengan para pemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui pengembangan dan penguatan kerja sama, tim berkomitmen meningkatkan kualitas pemenuhan gizi bagi seluruh usia, dengan fokus khusus pada penanganan masalah pangan yang masih sering terjadi di Indonesia, terutama stunting pada anak.

Dalam sesi penutupan kompetisi, para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap ide yang diusung tim Sustainabite. Mereka menilai bahwa konsep aplikasi SEHATI memiliki potensi nyata untuk diimplementasikan dan memberikan dampak sosial yang besar, khususnya dalam isu ketahanan pangan dan penurunan angka stunting. Salah satu juri, Director of APRU Global Health Program, Prof. Mellissa Withers dari Keck School of Medicine, University of Southern California,  juga menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan diwujudkan dalam bentuk program nyata di masa depan.

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKUI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bekerja lintas disiplin untuk menciptakan solusi inovatif yang menjawab tantangan nyata masyarakat. Kolaborasi seperti ini penting dan sejalan dengan upaya kita untuk terus melahirkan karya yang berdampak bagi masyarakat luas,” ungkap Prof. Ari.

Leave a Reply