Proyek Reflektif MedSTART Membawa Mahasiswa FKUI Raih Dua Gelar Juara di Ajang Jakmed 2025

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2019 Novanza Rayhan Natasaputra meraih pencapaian luar biasa dengan merebut dua gelar sekaligus pada ajang Jakarta Meeting on Medical Education (Jakmed) 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 Oktober 2025 di Gedung IMERI FKUI, Salemba, Jakarta.

Novanza berhasil menjadi 1st Winner Best Student Presenter dan meraih 1st Prize Archipelago Scholarship Award pada kompetisi ini. Ia membawakan proyek berjudul MedSTART atau Medical Stories, Trials, and Reflection Together, yaitu sebuah inisiatif yang berfokus pada pembentukan karakter calon dokter sebagai lifelong learner melalui pendekatan reflektif dan berbasis pengalaman.

Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan rekannya Abdul Hafiidh Surya Putra (FKUI 2020) di bawah supervisi Dr. dr. Rita Mustika, M.Epid dan drg. Nadia Greviana, M.Pd.Ked dari Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI.

MedSTART kami rancang sebagai ruang aman bagi mahasiswa FKUI untuk merefleksikan diri dan perjalanan studinya. Kami ingin program ini menjadi wadah internalisasi motivasi dan redefinisi resiliensi, yaitu bukan hanya mengajarkan what a doctor will do?, tapi juga why am I becoming a doctor in the first place?,” ungkap Novanza.

Proyek pilot MedSTART diinisiasi dengan melibatkan delapan mahasiswa baru FKUI 2025 yang dikurasi berdasarkan kebutuhan masing-masing. Para peserta diajak untuk mengikuti serangkaian latihan refleksi dan penguatan mental seperti River of Life5 Person Support MapKnow Your Fear, dan Resilience Plan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan well-being peserta selama periode tindak lanjut setelah kegiatan berlangsung.

Ide dan implementasi proyek ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberi dampak positif bagi lebih banyak mahasiswa FKUI maupun institusi pendidikan kedokteran lainnya. “Kami ingin semangat MedSTART bisa diaplikasikan di lebih banyak ruang, agar semakin banyak calon dokter yang mampu merawat dirinya sendiri sebelum merawat orang lain,” tambah Novanza.

“Kami sangat berterima kasih kepada dr. Rita Mustika dan drg. Nadia Greviana atas bimbingan dan ilmu yang begitu besar diberikan selama proses pengembangan proyek ini. Beliau berdua tidak hanya membimbing secara akademik, tetapi juga mengajarkan kami bagaimana memaknai peran seorang pendidik dalam menumbuhkan semangat reflektif dan empati pada mahasiswa kedokteran,” ujar Novanza.

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB turut mengapresiasi capaian ini. “Selamat Novanza dan Hafiidh! Juga kepada para pembimbing, Dr. dr. Rita Mustika dan drg. Nadia Greviana. Capaian yang unggul dan karya yang berdampak untuk para mahasiswa kedokteran, karya ini juga menunjukkan kepedulian terhadap aspek kesejahteraan dan pengembangan diri, selaras dengan semangat FKUI untuk melahirkan dokter-dokter yang unggul dan berdaya guna bagi masyarakat.”

Leave a Reply