PPDS FKUI Raih Penghargaan Pada Kompetisi Poster Tingkat Nasional

Dua peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Gusti Ayu Sinta dan dr. Mumtaz Maulana Hidayat, berhasil meraih prestasi sebagai Juara 2 pada masing-masing kategori kompetisi yang diikuti dalam kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) 2025 yang diselenggarakan di Bali tanggal 31 Oktober 2025.

Dr. Gusti Ayu Sinta meraih Juara 2 kategori Oral Presentation melalui penelitian berjudul “Hormonal Responses to The Dance Intervention: A Systematic Review”. Penelitian yang meninjau berbagai pengaruh aktivitas menari terhadap sistem hormonal tubuh ini dilakukan bersama tim yang beranggotakan Dr. dr. Nani Cahyani Sudarsono, Sp.KO; dr. Inarota Laily, Sp.KO; dr. Irene Clara Kristantina; dan dr. Yose Natasha.

Dijelaskan oleh dr. Gusti, menari memiliki manfaat luas terhadap kesehatan fisik dan mental, namun dampaknya terhadap sistem hormonal masih jarang dikaji secara mendalam. Melalui tinjauan sistematik dengan protokol PRISMA, tim menelusuri berbagai uji klinis acak (randomized controlled trials) dengan intervensi menari selama 3 minggu hingga 8 bulan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa menari dapat menurunkan kadar kortisol penanda stres serta meningkatkan hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berperan dalam pembentukan massa otot dan metabolisme tubuh.

Sementara itu, dr. Mumtaz Maulana Hidayat meraih Juara 2 pada kategori Poster Presentation melalui penelitian berjudul “Resistance Training during Ramadan and its Effect on Glucose Regulation: A Scoping Review.” Penelitian yang dibimbing oleh Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO Subsp. APK(K), MARS ini meninjau berbagai studi mengenai efek latihan beban selama berpuasa di bulan Ramadan terhadap metabolisme glukosa pada subjek dewasa sehat.

Melalui telaah terhadap enam studi eksperimental, penelitian tersebut menunjukkan bahwa latihan beban selama puasa relatif aman dan dapat membantu mempertahankan kadar glukosa serta sensitivitas insulin tanpa efek samping bermakna. Latihan beban setelah berbuka puasa dinilai memberikan performa lebih baik dibanding sebelum berbuka.

Selain dua pemenang tersebut, delegasi PPDS Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI yang turut berpartisipasi dalam ajang ilmiah ini adalah dr. Karima Adzhani Sari; dr. Nana Sulistiani; dr. Rezky Farok Saban; dr. Cara Tasya Handita; dr. Irene Clara Kristantina; dr. Yose Natasha; dr. Enrico Leonarto; dr. Ismail Fatahillah Elang Priyo Sismadi; dr. Madinatul Munawwaroh; dan dr. Vania Utami Putri.

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD., MMB menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian para residen tersebut. “Alhamdulillah PPDS Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI meraih prestasi pada ajang tingkat nasional. Ini adalah komitmen bersama seluruh sivitas FKUI dalam mendukung pengembangan ilmu kedokteran olahraga berbasis riset dan kolaborasi. Melalui bimbingan para staf pengajar yang berdedikasi, FKUI terus mendorong mahasiswa dan PPDS untuk berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan kesehatan masyarakat Indonesia.”

Leave a Reply