Penutupan Gerakan UI Mengajar Angkatan ke 15

Pada hari Senin, 2 Februari 2026, rangkaian kegiatan aksi Gerakan Universitas Indonesia Mengajar (GUIM) Angkatan 15 di Kabupaten Cirebon resmi berakhir, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis Universitas Indonesia ke-76. Penutupan kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pemaparan laporan temuan yang disampaikan secara langsung kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Universitas Indonesia. Acara penutupan dilaksanakan di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, serta dihadiri oleh para tamu undangan, panitia, dan pengajar GUIM Angkatan 15.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Bupati Cirebon, Drs. H. Mochamad Syafrudin selaku Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., M.M. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, serta Ns. Indah Permata Sari, M.Kep., Sp.Kep.Kom selaku perwakilan pengabdi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia. Acara diawali dengan pemaparan hasil laporan temuan di enam sekolah dasar oleh Pengurus Inti Gerakan UI Mengajar Angkatan 15, yaitu Sultan Zachri Dipo Arifin, Aisyah Ratri Wulandari, dan Intisasi Bani Ilhami.

Selama lebih dari tiga minggu masa aksi, GUIM Angkatan 15 melaksanakan intervensi di enam sekolah dasar, yaitu SDN 3 Kasugengan Kidul, SDN 3 Sindangjawa, SDN 2 Orimalang, SDN 1 Karanganyar, SDN 1 Seuseupan, dan SDN 2 Dukuhwidara. Melalui berbagai program yang dijalankan, GUIM berhasil merevitalisasi empat perpustakaan, mengaktifkan dua belas pojok baca, serta menambah lebih dari 2.000 buku bacaan yang tersebar di seluruh sekolah intervensi. Selain itu, melalui kegiatan Pelatihan Guru, GUIM mengajak sebanyak 42 guru untuk memahami secara lebih mendalam konsep Pembelajaran Mendalam yang selaras dengan kurikulum yang sedang berlaku.

Dalam laporan yang disampaikan, GUIM menyoroti fenomena penurunan semangat dan motivasi belajar siswa seiring dengan perkembangan zaman, khususnya terkait penggunaan gawai secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari seluruh pihak, terutama peran orang tua dalam keseharian di rumah serta terjalinnya komunikasi dua arah antara pihak sekolah dan wali murid, sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar anak.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas permasalahan yang ditemukan, GUIM mengusulkan beberapa rekomendasi solusi. Salah satunya adalah penguatan implementasi Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2024 tentang Pedoman Gerakan Literasi Satuan Pendidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon melalui kolaborasi lintas dinas bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi perpustakaan dan pojok baca yang telah direvitalisasi, sekaligus memperkaya koleksi bacaan di setiap sekolah. Selain itu, GUIM juga memperkenalkan metode pembiasaan *read aloud* atau membaca dengan lantang sebagai upaya mendekatkan buku kepada siswa. Metode ini diharapkan dapat dipertimbangkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan karena sejalan dengan berbagai program literasi, salah satunya Gemesaku (Gerakan Membaca Seminggu Satu Buku).

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari para tamu undangan. Ns. Indah Permata Sari, M.Kep., Sp.Kep.Kom menyampaikan bahwa kebijakan berbasis bukti dan kolaborasi aktif mampu memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Beliau juga mengapresiasi kehadiran Gerakan UI Mengajar sebagai bentuk inisiatif, tanggung jawab, dan inovasi mahasiswa Universitas Indonesia dalam pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kontribusi GUIM dalam mewarnai dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon. Beliau menilai bahwa program ini mampu memotivasi para guru serta menjadi wadah transfer ilmu antara mahasiswa, pendidik, dan pihak sekolah.

Sambutan penutup disampaikan oleh perwakilan Bupati Cirebon, Drs. H. Mochamad Syafrudin, yang sekaligus menandai berakhirnya kegiatan GUIM Angkatan 15. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan Universitas Indonesia kepada Kabupaten Cirebon merupakan tanggung jawab bersama untuk terus menciptakan ruang belajar yang bermakna dan berdampak bagi generasi penerus.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Gerakan UI Mengajar Angkatan 15 telah menghadirkan dampak nyata bagi siswa, guru, sekolah, orang tua, serta masyarakat sekitar. Berbagai inisiatif yang telah dilaksanakan diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh para pemangku kepentingan di titik-titik aksi sehingga manfaatnya dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Apresiasi disampaikan kepada Solidaritas Erlangga sebagai kolaborator GUIM Angkatan 15, serta kepada para sponsor, yaitu MIND ID, BCA, Lembaga Bahasa Internasional FIB UI, Foxa Paint, JIEP, Taspen, Monarq Studio, Gold Star, dan Pertamina Patra Niaga atas dukungan yang telah diberikan. Sinergi tersebut menjadi penguat langkah Gerakan UI Mengajar Angkatan 15 untuk terus menghadirkan ruang belajar yang bermakna bagi anak-anak Indonesia, sejalan dengan semangat *Bersama Jelajah Potensi, Rayakan Mimpi Anak Negeri*.

Leave a Reply