
Untuk ke – 8 (delapan) kalinya antara bulan September – November 2025 ini, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia pimpinan Prof. Heru Susetyo, Ph,D melakukan pengabdian Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Bungku, Kabupaten Morowali, Propinsi Sulawesi Tengah. Tim ekspedisi yang bekerja atas mandat dari Kementerian Transmigrasi dengan koordinasi dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI kali ini memfokuskan pengabdian Masyarakat pada Masyarakat di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Kabera, Desa Bahoea Reko Reko, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali.
UPT Kabera dipilih karena merupakan salah satu UPT yang paling terpencil dan paling sulit dijangkau di Kabupaten Morowali. Perlu berkendara 8.5 kilometer untuk menjangkau UPT ini dari jalan raya Trans Sulawesi dengan kondisi jalan setengahnya jalan tanah, pasir dan batu yang apabila hujan sulit dilewati dengan mudah.
Pada Sabtu, 8 November 2025, TEP UI pimpinan Prof Heru Susetyo, PhD dengan anggota Feyni Angelina, SH. (FHUI 2021), Zakiyah Rasuna Nadia (FHUI 2021), Rania Putri Herdina (FHUI 2022) dan Arjuna Oktavian Syabil (FMIPA UI Geografi 2023) melakukan revitalisasi perpustakaan komunitas UPT Kabera bernama BINA ILMU. Revitalisasi ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Dinas Pepustakaan dan Kearsipan Daerah Ibu Fawakihah dengan didampingi Kepala SDN 3 Bahoea Reko Reko Bapak Takdir.
TEP UI merevitalisasi perpustakaan Bina Ilmu dengan melakukan pengumpulan buku baik di sekitar Morowali maupun di Jabodetabek pada medio Oktober – November 2025, juga melakukan fundraising untuk pembelian kelengkapan perpustakaan. Buku-buku yang terkumpul kemudian ditata dan dirapihkan ke dalam rak. Serta ruangan perpustakaan dibersihkan dan diberikan kelengkapan-kelengkapan selayaknya perpustakaan komunitas. Ikhtiar ini dilakukan bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Manajemen PSDKU Universitas Tadulako di Morowali dan TEP Universitas Padjajaran.
Program pengmas ini mungkin sederhana saja, namun adalah wujud kepedulian terhadap Pendidikan anak-anak bangsa di Kawasan transmigrasi terpencil di Sulawesi Tengah. Mengutip ucapan Pak Takdir, Kepala Sekolah SDN 3 Bahoea Reko Reko : “anak-anak transmigrasi ini kendati sedikit jumlahnya dan terpencil lokasinya, adalah bagian dari anak-anak bangsa yang berhak atas pendidikan dan ilmu pengetahuan…
