Mahasiswa FKUI Raih Prestasi dalam Kompetisi Ilmiah dan Video Edukasi bidang Urologi

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang ilmiah tingkat nasional. Nadhif Faza Ananda, mahasiswa FKUI angkatan 2020, berhasil meraih Juara II dalam kategori Oral Presentation – Afternoon Session pada ajang Jakarta Urology Medical Update (JUMP) 2025 yang diselenggarakan pada 27 Juni 2025 di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta. Nadhif mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “The Utility of Artificial Intelligence in Evaluating Extraprostatic Extension of Prostate Cancer: A Systematic Review”. Penelitian ini mengulas potensi kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi perluasan kanker prostat ke luar kelenjar prostat (extraprostatic extension) dengan memanfaatkan pencitraan MRI.

“Saya memilih Topik ini karena sangat relevan, mengingat kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker terbanyak pada pria di Indonesia, dengan lebih dari 13.000 kasus baru tercatat setiap tahunnya. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan gangguan berkemih, tetapi juga berisiko menurunkan kualitas hidup secara signifikan,” ungkap Nadhif.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penggunaan teknologi AI mampu meningkatkan akurasi dalam menentukan stadium kanker prostat. Temuan ini memiliki implikasi klinis yang penting, khususnya dalam proses pengambilan keputusan untuk tindakan pengangkatan prostat atau radical prostatectomy. Keakuratan penentuan stadium kanker sangat berpengaruh terhadap keberhasilan operasi, terutama dalam upaya mempertahankan fungsi ereksi pasien pascaoperasi.

Selain sukses dalam kategori Oral Presentation, Nadhif bersama tim mahasiswa FKUI yang terdiri dari Mukhlis Akmal Taher (FKUI 2021); David Christianta (FKUI 2021); Nayla Rizka Aprilia (FKUI 2022); Geraldus Sigap (FKUI 2019); dan alumni FKUI yaitu dr. Armand Achmadsyah dan dr. Favian Ariiq berhasil meraih Juara Video Favorit.

Melalui karya edukasi kesehatan berjudul “Disfungsi Ereksi? Yuk Atasi dengan JOSS!”. Video ini mengangkat tema edukatif mengenai disfungsi ereksi dan mengajak masyarakat untuk memahami bahwa kondisi tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor organik seperti gangguan vaskular atau hormonal, tetapi juga dapat dipicu oleh faktor psikologis.

Terkait pembuatan video edukasi, Mukhlis Akmal Taher salah satu anggota tim menjelaskan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya perubahan gaya hidup sehat dalam menangani disfungsi ereksi.

“Dalam video ini, kami ingin memberikan edukasi bahwa penggunaan obat bukanlah satu-satunya solusi utama. Disfungsi ereksi perlu ditangani secara menyeluruh, salah satunya melalui perubahan gaya hidup sehat. Karena itu, kami memperkenalkan pendekatan JOSS, yang terdiri dari: Jaga pola makan, Olahraga rutin, Stop merokok, dan Stop konsumsi alkohol,” jelas Mukhlis.

Video ini disusun di bawah supervisi Guru Besar Urologi FKUI, Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), Ph.D., dan disampaikan dengan pendekatan ringan, komunikatif, serta mudah dipahami oleh masyarakat luas. Atas capaian yang berhasil diraih, Nadhif menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada para pembimbing dan pihak yang telah mendukungnya. “Terima kasih atas bimbingan yang luar biasa dari Prof. Ponco, dr. Armand dan dr. Favian selama persiapan kompetisi, serta dukungan yang tak henti-hentinya dari orang-orang terdekat. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan pengalaman ini, dan semoga menjadi langkah awal untuk kolaborasi riset lanjutan dalam bidang urologi dan teknologi medis di Indonesia,” ungkapnya.

Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswa dalam ajang tersebut. “Kami bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh para mahasiswa FKUI dalam ajang nasional ini. Keberhasilan mereka tidak hanya mencerminkan kemampuan akademik dan riset, tetapi juga kepedulian terhadap edukasi kesehatan masyarakat. Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pembimbing yang telah mendampingi dan membina mahasiswa dengan penuh dedikasi,” ujar Prof. Ari.

Leave a Reply