
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berhasil meraih Juara 1 kategori Poster with Discussion bidang Systematic Review pada ajang Role of Internist in Cancer Management (ROICAM) 12 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hemato-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia. Acara ini digelar pada 27–28 September 2025 di Hotel Shangri-La Jakarta.
Dalam kompetisi ini, tim mahasiswa mengusung karya berjudul “Bioinformatics Analysis Reveals Distinct Oncogenic Profiles of HPV16 and HPV18 to Other Subtypes in Cervical Cancer.” Karya ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa FKUI dengan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Udayana).
Tim mahasiswa FKUI terdiri dari Stephen Dario Syofyan (FKUI KKI 2023), Regina Caeli Santoso (FKUI 2024), Nakeisha Jovita Purnomo (FKUI 2024), Evannelson Enggar Pradipta Wardhana (FKUI 2024), Elia Setiawan (FKUI 2023), Haryo Purwodiningrat (FKUI 2024), dan Felisha Yuwono (FKUI 2024). Dan kolaborator dari FK Udayana adalah Joshua Francisco Syofyan, Natasya Aya Pusparani, dan I Made Krishna Putra Paramanda.
Kanker serviks merupakan sebuah kondisi dimana terjadi pertumbuhan yang berlebihan pada sel-sel serviks, juga Human Papillomavirus (HPV) merupakan sebuah virus yang sering menyerang serviks dimana ditemukan HPV 16 dan 18 pada 70% pasien kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengapa infeksi HPV tipe 16 dan 18 lebih dominan menyebabkan kanker serviks dibandingkan tipe lainnya. Proses penelitian yang dimulai sejak akhir Juli 2025 tersebut dibimbing oleh staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. dr. I Gde Sastra Winata, M.Biomed, Sp.OG, Subsp.Onk.
Stephen Dario Syofyan selaku first author penelitian ini, menjelaskan ketertarikan tim dalam mengangkat topik tersebut. “Kami ingin menggali lebih dalam alasan biologis mengapa HPV16 dan HPV18 mendominasi kasus kanker serviks. Dengan pendekatan bioinformatika, kami menemukan adanya pola ekspresi gen yang khas pada kedua subtipe ini, yang bisa menjadi dasar penelitian lanjutan untuk pengembangan pencegahan maupun terapi kanker serviks,” ungkapnya.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode bioinformatika untuk transcriptomic dari data pasien-pasien kanker serviks yang mengidap HPV juga. Hasilnya menunjukkan bahwa HPV 16 dan 18 dapat mengakibatkan kerusakan DNA dan merusak epitel-epitel meningkatkan pertumbuhan sel-sel kanker tersebut.
“Atas capaian ini, kami merasa bangga sekaligus semakin termotivasi untuk terus meneliti kanker serviks. Kutipan Daniel Kraft, ‘As a cancer doctor, I’m looking forward to being out of a job,’ menjadi inspirasi kami bahwa suatu hari nanti angka kejadian kanker dapat ditekan serendah mungkin. Harapan kami, penelitian kecil ini bisa menjadi bagian dari langkah besar menuju masa depan tanpa kanker,” lanjut Stephen kemudian.
Selain menambah wawasan keilmuan, pengalaman mengikuti ROICAM juga menjadi pembelajaran berharga bagi tim. Anggota tim, Regina Caeli Santoso mengatakan bahwa Ia dan teman-temannya tidak saja belajar tentang melakukan sebuah penelitian, tetapi juga belajar tentang mengatasi hambatan berkolaborasi dan menyelesaikan berbagai tantangan di sela-sela kegiatan akademik.
“Kami belajar banyak, bukan hanya soal penelitian, tetapi juga tentang bagaimana bekerja sama dan menyelesaikan tantangan di tengah kesibukan kuliah. Saat juri memberikan pertanyaan kritis, kami merasa tertantang sekaligus tercerahkan untuk mengembangkan riset ini lebih jauh,” tutur Regina.
Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menyampaikan apresiasinya atas capaian ini. “Prestasi mahasiswa FKUI di ajang nasional ini menunjukkan kualitas akademik sekaligus komitmen mereka dalam kontribusi penelitian kanker. Kemenangan para mahasiswa tentu saja tidak hanya menjadi kebanggaan FKUI, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas universitas dalam menghasilkan penelitian yang bermakna. Sinergi antara mahasiswa FKUI dan FK Udayana menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi mampu melahirkan generasi dokter dan peneliti yang unggul serta berdampak,” ucap Prof. Ari.
