
Depok-Departemen Sosial Humaniora Terapan, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) yang bertajuk “Kampung Main: Edukasi Pelestarian Permainan Tradisional” di Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Mulaharja, Kota Bogor. Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 September dan 11 Oktober 2025 ini menjadi wujud nyata kolaborasi program studi di lingkungan Departemen Sosial Humaniora Terapan yang berkomitmen memperkuat peran akademisi dalam pelestarian budaya lokal.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi enam program studi di bawah departemen tersebut, yaitu Manajemen Rekod dan Arsip, Manajemen Bisnis Pariwisata, Hubungan Masyarakat, Penyiaran Multimedia, Periklanan Kreatif, dan Produksi Media. Kolaborasi ini dirancang untuk menggabungkan keahlian dari masing-masing bidang dalam mendukung pelestarian permainan tradisonal sebagai bagian dari budaya bangsa.
Selain itu, pengmas ini dilatarbelakangi komunitas seperti Kampung Lembur Sawah di Mulaharja, Bogor, yang memiliki potensi besar dalam mempertahankan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas lokal. Kendati demikian, kurangnya akses terhadap pendidikan budaya, minimnya dokumentasi permainan lokal, dan belum adanya program terstruktur yang melibatkan masyarakat, menjadikan pelestarian permainan tradisional hanya berjalan sporadis dan cenderung melemah dari waktu ke waktu.
(Foto: Plang Sapta Pesona yang dipasang di Kampung Lembur Sawah)
Kegiatan pertama (24/09/2025) dimulai dengan pemasangan Plang Sapta Pesona sebagai media edukasi dan identitas wisata lokal yang dipasang di Saung Eling. Plang Sapta Pesona ini menggambarkan berbagai wisata di Kampung Lembur Sawah yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan. Pengmas ini juga diisi dengan video promosi dan video podcast liputan kegiatan Kampung Main bersama anak-anak setempat yang membahas pentingnya menjaga budaya dan pengenalan bisnis melalui gim mobile bertemakan permainan tradisonal. Kegiatan kedua (11/10/2025) berupa sosialisasi penyuluhan mengenai pentingnya arsip keluarga serta pengenalan kembali permainan tradisional Congklak dan membuat Volcano kepada anak-anak. Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan menjaga warisan budaya. Melalui pendekatan interaktif yang menyenangkan, diharapkan generasi muda tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dan lingkungan.
Selain menghasilkan produk nyata berupa dokumentasi kegiatan, tim pengmas juga melakukan evaluasi sosial menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI) untuk menilai dampak sosial dan manfaat kegiatan.
(Foto: Ketua Departemen Sosial Humaniora Terapan, Dr. Budiman Mahmud Musthofa, S.Sos., M.Si., saat memberikan sambutan di kegiatan pengmas)
Dr. Budiman Mahmud Musthofa, S.Sos., M.Si., Ketua Departemen Sosial Humaniora Terapan, mengatakan, “Pengmas ini adalah kolaborasi nyata dunia kampus dan masyarakat dengan harapan kekayaan lokal tradisi dan budaya masyarakat tetap lestari, berkelanjutan, dan berkembang. Sehingga, tradisi dan budaya masyarakat bisa tetap adaptif dalam zaman yang terus berubah.”
Pengelola Saung Eling, Riri, berterima kasih atas kegiatan ini. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim pengabdian masyarakat yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan ilmunya untuk hadir bersama kami. Semoga kerja sama dan silaturahmi ini dapat terus terjalin di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui edukasi berbasis budaya dan penguatan identitas lokal. Departemen Sosial Humaniora Terapan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, serta pembangunan keberlanjutan berbasis kearifan lokal. Sinergi lintas prodi ini diharapkan diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.
