Film Pendek Karya Mahasiswa Arsitektur UI Raih Prestasi di the 6th Jakarta Independent Film Festival

Tim mahasiswa dari Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) kembali meraih prestasi dalam bidang seni dengan mendapat penghargaan “Best Indonesian Short Documentary” di The 6th Jakarta Independent Film Festival.

Film berjudul “Menua Iban” (The Way of Iban), yang merekam perjalanan Ekskursi 2024: Iban, mengalahkan dua film lain dalam Nominasi “Indonesian Short Documentary Competition”. The 6th Jakarta Independent Film Festival digelar pada 20-21 November 2025 di Gripa Studio, dengan puncak acara pada Sabtu (22/11).

The 6th Jakarta Independent Film Festival merupakan edisi ke-6 yang setiap tahun diadakan di Jakarta sejak tahun 2020. Kali ini, terdapat delapan nominasi. Jakarta Independent Film Festival merupakan ajang yang diselenggarakan HFP cabang Indonesia, sebuah perusahaan produksi internasional yang dikelola kolektif sineas, produser, dan profesional pemasaran independen.

“Menua Iban” merupakan film pendek bergaya documenter yang diproduksi sejak Juni hingga Desember 2024. Film yang disutradarai Shaquille Zaki Nathandra itu menceritakan tentang suku Iban, yang tinggal di jantung hutan hujan Kalimantan, sebagai komunitas tangguh dan terikat oleh hubungan sakral dengan tanah, sungai, dan tradisi yang telah lama dijunjung tinggi. Pemuda suku Iban mengungkap kekuatan dan makna sejati identitas mereka.

“Ini bukan sekadar perjuangan untuk bertahan hidup. Ini adalah perjuangan untuk martabat, untuk melestarikan cara hidup yang dengan cepat menghilang di dunia yang dipenuhi oleh keserakahan dan kemajuan. Menua Iban merangkai kisah tentang ketahanan, budaya, dan harapan, yang menangkap keindahan hubungan suku Iban dengan alam. Dengan setiap langkah, mereka membawa warisan yang menghormati leluhur mereka sekaligus menginspirasi dunia untuk mengakui pentingnya kearifan adat dalam melindungi planet kita,” jelas Shaquille.

Ekskursi 2024: Iban merupakan program tahunan yang diselenggarakan mahasiswa Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UI sebagai bagian dari komitmen pelestarian arsitektur vernakular di Indonesia.

Di bawah arahan Dr. Ir. Toga H. Panjaitan A.A. Grad. Dipl., Prof. Ir. Evawani Ellisa, M.Eng., Ph.D., dan Dr. Rini Suryantini, S.T., M.Sc., kegiatan itu dilaksanakan di dua dusun di Kalimantan Barat, yakni Dusun Sungai Pelaik di Desa Melemba serta Dusun Sungai Utik di Desa Batu Lintang, pada Juli hingga Agustus 2024. Kedua lokasi tersebut merupakan pemukiman suku Dayak Iban yang dikenal masih mempertahankan warisan budaya dan tradisi leluhur secara utuh.

Tim yang terlibat dalam pembuatan film itu di antaranya ialah Shaquille Zaki Nathandra, Quina Qaumitaquna Mirxela, Taufan Sabastian, M. Aghna Mannan, Maira Aisya, M. Bhagaskara, M. Halim, Steven Gilberto, dan Kalila Sofya.

“Penghargaan ini menjadi dorongan besar bagi kami, sebagai first-time filmmaker, yang juga masih belajar di bidang ini untuk terus berkarya dan membawa lebih banyak lagi cerita yang patut untuk didengar oleh banyak orang,” kata Shaquille.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa pencapaian tersebut diharapkan dapat memperluas kesadaran akan kekayaan budaya Indonesia, khususnya arsitektur vernakular, agar jati diri bangsa tetap terjaga.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa penggabungan antara kreativitas, riset, dan nilai budaya dapat menghasilkan karya yang berdampak luas. Saya mengapresiasi Langkah tim yang menghadirkan cerita tentang masyarakat adat, seperti suku Iban, di panggung nasional dan dunia. Semoga ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar untuk merayakan, melindungi, dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya inovatif generasi muda,” kata Prof. Kemas.

Ke depannnya, mahasiswa Departemen Arsitektur UI diharapkan terus mengembangakan dan memperluas spektrum kemampuan bercerita melalui film, terutama dalam mengangkat cerita lokal Indonesia.

Sebelumnya, tim tersebut juga menerima penghargaan serupa melalui karya serupa. Melalui film yang berjudul Tanah Kitai (Our Land), yang juga merupakan dokumentasi dari kegiatan Ekskursi 2024: Iban, masuk ke dalam 10 besar Kategori Non-Fiksi di Sony Future Filmmaker Awards (SFFA) 2025; sedangkan Menua Iban (The Way of Iban) meraih enam besar Kategori Short Documentary di Bali International Film Festival (Balinale) 2025.

Leave a Reply