Delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) kembali menorehkan prestasi gemilang pada Lomba Debat Hukum APU-PPT PPATK Republik Indonesia 2025 yang diselenggarakan pada 9–10 Desember 2025 di Gedung PPATK RI. FHUI berhasil meraih Juara 1 sekaligus Best Speaker, yang dianugerahkan kepada Ni Wayan Cipta Suandewi.
Delegasi FHUI terdiri dari Caroline Gabriela Pakpahan (2022), Ni Wayan Cipta Suandewi (2023), dan Rindi Hardianti (2024) berhasil menjadi yang terbaik dari 18 tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam ajang lomba tersebut, para peserta harus melalui dua tahapan seleksi yang ketat: seleksi artikel dan video, serta debat hukum yang hanya dapat diikuti oleh enam tim terbaik.

Perjalanan Kompetisi: Dari Penyisihan hingga Final
Dalam tahap awal, tim FHUI mengembangkan gagasan mengenai peran PPATK dalam menangani rekening dormant, sebuah isu yang menuntut analisis komprehensif dan inovatif. Artikel dan video mereka terpilih sebagai salah satu dari enam karya terbaik, membawa mereka ke babak debat.
Memasuki babak enam besar, kompetisi semakin intens. Tim FHUI berhadapan dengan delegasi terbaik dari berbagai universitas ternama seperti Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Padjadjaran, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada tahap ini, para peserta memperdebatkan isu-isu strategis, antara lain: Penanganan stand-alone money laundering di sektor perpajakan dan cukai, Putusan perampasan aset untuk negara dan manfaatnya bagi korban, dan Perampasan aset mingling dalam tindak pidana pencucian uang.
Pada babak final, delegasi FHUI membahas isu krusial mengenai penggunaan indirect evidence dalam pembuktian tindak pidana pencucian uang, sebuah topik yang sangat relevan dengan perkembangan praktik penegakan hukum modern.
Momen Berkesan dan Tantangan Kompetisi
Para delegasi menuturkan bahwa lomba ini merupakan salah satu ajang paling kompetitif dengan proses seleksi yang padat, materi debat yang kompleks, dan mosi yang seluruhnya menuntut pemahaman mendalam mengenai hukum pidana ekonomi, hukum perpajakan dan cukai, serta dinamika intelijen keuangan.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika mereka lolos ke babak selanjutnya dan mengetahui bahwa mereka akan berhadapan dengan delegasi-delegasi terbaik dari universitas besar. Dinamika debat yang ilmiah dan pemilihan mosi yang menantang menjadikan kompetisi ini pengalaman belajar yang sangat berharga.
Tim FHUI berharap prestasi ini dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa FHUI lainnya untuk terus berprestasi. Mereka menyampaikan terima kasih kepada PPATK sebagai penyelenggara dan kepada FHUI yang senantiasa mendukung penuh delegasi melalui Indonesian Law Debating Society (ILDS) FHUI.
“Semoga FHUI terus mendukung mahasiswanya untuk berprestasi sesuai minat dan bakatnya. Kami berterima kasih karena selalu memberikan dukungan terbaik bagi delegasi-delegasi ILDS,” ujar salah satu anggota tim.
Prestasi ini kembali membuktikan kualitas dan kapasitas mahasiswa FHUI dalam kompetisi nasional, khususnya di bidang debat hukum yang menuntut ketajaman analisis dan kemampuan argumentasi tingkat tinggi.
