Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali menunjukkan kiprah unggul dan berdampaknya dalam menjawab tantangan nyata masyarakat melalui inovasi lintas bidang. Sebanyak empat startup karya mahasiswa FIK UI berhasil terpilih sebagai bagian dari 23 startup penerima pendanaan dalam Program Hackathon UI Incubate Pathway 2025, sebuah program inkubasi bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia. Program ini bertujuan mendorong lahirnya solusi berbasis teknologi dan kewirausahaan dari sivitas akademika UI yang mampu menjawab kebutuhan dan persoalan riil di masyarakat.
Tahun ini, Hackathon UI Incubate 2025 diikuti oleh kurang lebih 500 dari mahasiswa, profesional, dan umum, dan hanya 23 tim startup muda terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat untuk menerima pendanaan dan pembinaan intensif. Keberhasilan empat tim yang beranggotakan mahasiswa FIK UI dalam menembus jajaran terbaik menjadi pencapaian membanggakan yang menunjukkan bahwa keperawatan bukan hanya profesi layanan, tetapi juga kekuatan intelektual yang mampu melahirkan inovasi berdampak (impactful innovation) dalam dunia kesehatan dan sosial kemasyarakatan.
Keempat startup yang beranggotakan mahasiswa FIK UI berhasil meraih pendanaan dan terbagi ke dalam dua kategori. Pada kategori Problem Market Fit (PMF) dengan pendanaan sebesar Rp100.000.000 per startup, terdapat dua tim unggulan. Pertama, Key Energy, yang salah satu anggotanya adalah Fina Haryanti Azzahra, mahasiswa Program Doktor Ilmu Keperawatan angkatan 2024. Kedua, MOLITAV, sebuah kolaborasi lintas fakultas yang melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Dari FIK UI, dua mahasiswa turut berperan dalam tim ini, yaitu Mutia Anissa, mahasiswa Magister Keperawatan Medikal Bedah angkatan 2024, dan Rifqi Alifa Bestari, mahasiswa Magister Keperawatan Peminatan Onkologi angkatan 2024.
Sementara itu, pada kategori Problem Solution Fit (PSF), dengan pendanaan sebesar Rp50.000.000 per startup, turut terpilih dua tim lainnya: ClowSens, dengan anggota tim yang terdiri dari Netral Gulo, Estefania Dos Santos, dan Sri Hariyati (ketiganya mahasiswa Magister Keperawatan Medikal Bedah angkatan 2024); serta PeriXa Batin, sebuah kolaborasi multidisiplin yang melibatkan Tissa Aulia Putri (Magister Onkologi 2023), Afifah Ayu Syaiful (Ners Spesialis Keperawatan Anak 2024), Hafizs Nasirun (Magister Keperawatan Komunitas 2024), dan Eka Putri Yulianti (Magister Keperawatan Jiwa 2024).
Inovasi-inovasi ini lahir dari kepedulian terhadap berbagai isu sosial dan kesehatan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia—mulai dari layanan pasien kanker dan anak, beban psikologis keluarga pasien, inefisiensi sistem rumah sakit, hingga kebutuhan masyarakat terhadap teknologi perawatan yang mudah diakses. Mahasiswa FIK UI berhasil memposisikan diri tidak hanya sebagai tenaga kesehatan masa depan, tetapi juga sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu menyumbangkan solusi berbasis riset, empati, dan teknologi.
Capaian ini memperkuat visi FIK UI sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan impactful, yang tidak hanya mencetak lulusan kompeten secara klinis, tetapi juga inovatif, kolaboratif, dan adaptif dalam menyikapi perkembangan zaman serta kompleksitas persoalan masyarakat. Melalui program UI Incubate Pathway 2025, keempat tim terpilih akan mendapatkan pendampingan, pelatihan, serta kesempatan pengembangan lebih lanjut hingga siap menembus ekosistem startup nasional dan global.
FIK UI mengucapkan selamat kepada seluruh tim atas prestasi luar biasa ini. Teruslah berkarya dan berinovasi untuk menciptakan perubahan positif yang nyata bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

